Jumat, 8 Mei 2026

Banyuwangi Bentuk Tim Tata Kelola Udang Berkelanjutan Pertama di Indonesia

Banyuwangi dan Kemenko Pangan membentuk tim tata kelola udang berkelanjutan pertama di Indonesia untuk memperkuat industri budi daya nasional.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
ist/Humas Pemkab Banyuwangi
PELUNCURAN-Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Pemkab Banyuwangi telah membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Tim tersebut dikenalkan secara resmi oleh Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid saat lokakarya “Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional” di Banyuwangi, Rabu (10/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kemenko Pangan, Konservasi Indonesia, dan Pemkab Banyuwangi membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan.
  • Inisiatif ini menjadi model tata kelola udang berkelanjutan pertama di Indonesia.
  • Tim diumumkan dalam lokakarya di Banyuwangi pada 10 Desember 2025.
  • Tantangan sektor udang meliputi penyakit, pasokan energi, perizinan, dan fluktuasi harga.
  • Banyuwangi dipilih karena jejaring pembudi daya kuat dan komitmen pemerintah daerah.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Pemkab Banyuwangi membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Ini menjadi model pertama di Indonesia yang dirancang untuk memperkuat tata kelola dan daya saing sektor budi daya udang ramah lingkungan.

Tim tersebut diluncurkan saat lokakarya “Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional” di Banyuwangi, Rabu (10/12/2025). 

Peluncuran dihadiri oleh Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Senior Ocean Program Advisor KI Victor Nikijuluw, serta Ketua Shrimp Club Indonesia Prof. Andi Tamsil.

Cahyadi menegaskan bahwa udang merupakan komoditas strategis bagi Indonesia, namun sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari serangan penyakit, keterbatasan energi di lokasi tambak, hingga persoalan nonteknis seperti perizinan dan fluktuasi harga.

Baca juga: Banyuwangi jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia untuk Kedelapan Kalinya

“Dengan kondisi itu kami memandang perlu pembenahan tata kelola yang terintegrasi. Pembentukan tim pelaksana di Banyuwangi menjadi model kolaborasi pertama di Indonesia untuk memperkuat tata kelola dan daya saing sektor udang,” ujar Cahyadi.

Menurutnya, Banyuwangi dipilih karena memiliki jejaring pembudi daya yang solid serta dukungan kelembagaan dari pemerintah daerah.

“Kombinasi ini menjadikan Banyuwangi lokasi tepat untuk merumuskan pendekatan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Kami bahkan akan mengajukan agar model ini bisa diimplementasikan di tingkat nasional,” jelasnya.

Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dipimpin oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Struktur tim mencakup berbagai institusi yang terbagi dalam delapan komisi, seperti konservasi, industri dan komunitas, pasar dan rantai pasok, regulasi dan perizinan, pengembangan SDM, kesejahteraan, teknologi dan inovasi budi daya, edukasi dan pariwisata.

Baca juga: Semakin Ramai, Rute Baru Lombok-Banyuwangi Mulai 21 Desember 2025, Ini Jadwalnya

Skema pembentukan tim ini dirancang berdasarkan riset jangka panjang Konservasi Indonesia melalui pendampingan kepada petambak serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

“Dengan adanya tim ini diharapkan ada dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lokal dan mendorong transformasi menuju budi daya yang lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Victor Nikijuluw.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menilai pembentukan tim pelaksana menjadi langkah penting bagi masa depan tata kelola udang daerah.

“Banyuwangi memiliki potensi besar, tetapi diperlukan arah yang jelas. Tim pelaksana ini menyatukan semua pihak untuk menyusun langkah yang terukur,” ujarnya.

Ia menambahkan roadmap kerja tim akan terintegrasi ke dalam kebijakan daerah, termasuk penataan ruang pesisir, perizinan, hingga pengawasan mutu. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan.

“Peluncuran tim pelaksana ini diharapkan menjadi model nasional perudangan modern yang adaptif dan berkelanjutan, dengan struktur koordinasi yang kuat untuk menciptakan industri udang yang lebih sehat, efisien, dan inklusif,” pungkasnya.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved