Berkah Sport Massage, Tukang Pijat Asal Banyuwangi Bisa Keliling Dunia
Berbekal keahlian sport massage, Harwin Arianto asal Banyuwangi kini menjadi masseur Timnas ICF dan mendampingi atlet hingga ke ajang dunia.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Harwin Arianto, masseur asal Banyuwangi, bergabung dengan Timnas ICF sejak 2024
- Keahlian sport massage membawanya mendampingi atlet hingga ke luar negeri
- Pernah ikut kejuaraan UCI hingga ajang Olimpiade
- Mengenal pijat atletik sejak kuliah di Unesa
- Kini melanjutkan S2 di UNY untuk memperdalam ilmu
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Keahlian di bidang pijat atletik (sport massage) membawa berkah bagi Harwin Arianto. Tak hanya menjadi sumber penghidupan, profesi ini juga mengantarkan pria berusia 31 tahun itu berkeliling dunia mendampingi atlet balap sepeda Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Pria asal Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tersebut saat ini tercatat sebagai masseur Tim Nasional Indonesia Cycling Federation (ICF).
Harwin resmi bergabung dengan ICF sejak 2024 dan menjadi bagian dari tim pendukung atlet balap sepeda nasional.
“Awal mulanya ada tawaran dari Pelatnas melalui kepala pelatih balap sepeda. Setelah itu saya ditawari bergabung, sempat dites, dinyatakan lolos, lalu berangkat,” ujar Harwin, Selasa (20/1/2025).
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi Ditargetkan Rampung Juli 2026
Tak Sekadar Memijat Atlet
Sebagai masseur tim nasional, Harwin tidak hanya bertugas memijat atlet.
Ia juga terlibat dalam penyusunan program pemulihan fisik, bekerja sama dengan pelatih serta tim teknis.
Peran tersebut membuat kehadiran Harwin menjadi bagian penting dalam setiap agenda Timnas balap sepeda, termasuk saat mengikuti kejuaraan di luar negeri.
Sejak bergabung dengan ICF, Harwin telah mendampingi atlet di berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Hongkong, Thailand, Italia, Spanyol, Prancis, hingga Amerika Serikat.
“Itu kejuaraan-kejuaraan UCI (Union Cycliste Internationale), termasuk juga Olimpiade,” tambahnya.
Baca juga: Kunjungan Wisata Banyuwangi Tembus 3,67 Juta Sepanjang 2025
Berawal dari Bangku Kuliah
Harwin mengenal dunia pijat atletik sejak menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 2014.
“Waktu itu, sport massage adanya di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Saya aktif di sana. Kalau sekarang sudah ada program studinya,” jelasnya.
Dari UKM tersebut, Harwin memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan tentang pijat atletik. Keahlian itu pun mulai menghasilkan, terutama saat banyak event olahraga digelar di Surabaya.
“Hasilnya lumayan. Pernah sebulan dapat Rp 3 juta. Bagi saya itu besar, karena biaya kuliah per semester sekitar Rp 3,5 juta,” kenangnya.
Pengalaman tersebut membuat Harwin semakin yakin menekuni bidang sport massage. Setelah lulus kuliah, ia aktif mencari guru, mengikuti kursus, dan mengantongi berbagai sertifikasi profesi masseur.
Baca juga: Sempat Hilang, Lansia Ditemukan Tewas Mengambang di Dam Pugak Banyuwangi
Memperbarui Ilmu
sport massage Banyuwangi
Meaningful
masseur Timnas ICF
Indonesia Cycling Federation
Timnas Balap Sepeda
Harwin Arianto
tukang pijat
| Rupiah Rp 17.858 per Dolar, Produsen Tahu Tertekan, Kedelai Mahal Tapi Tak Berani Naikkan Harga |
|
|---|
| Detik-Detik Mahasiswi Unej Selamat dari Begal di Bondowoso, Dipukul hingga Tersungkur dari Motor |
|
|---|
| Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang : Warga Jangan Panik |
|
|---|
| Guru Bondowoso Dilaporkan ke Polisi, Dispendik Lakukan Investigasi |
|
|---|
| Viral Aksi Wanita Mencuri di Toko Modern Bondowoso, Terekam CCTV Gasak 16 Produk Kosmetik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/PIJAT-Harwin-Arianto-kiri-saat.jpg)