Rupiah Rp 17.858 per Dolar, Produsen Tahu Tertekan, Kedelai Mahal Tapi Tak Berani Naikkan Harga
Melemahnya nilai rupiah membuat harga kedelai mahal, membuat produsen tahu tertekan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Pelemahan rupiah hingga Rp 17.858 per dolar AS memicu kenaikan harga kedelai impor.
- Perajin tahu di Banyuwangi mengaku keuntungan usaha semakin menipis.
- Harga kedelai naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 10.500 per kilogram dalam lima bulan terakhir.
- Pelaku usaha memilih mengecilkan ukuran tahu daripada menaikkan harga jual.
- Ketergantungan Indonesia pada kedelai impor membuat industri tahu rentan terhadap kurs dolar.
Rupiah Melemah, Perajin Tahu di Banyuwangi Tertekan Kenaikan Harga Kedelai Impor
Banyuwangi
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai dirasakan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor. Salah satunya perajin tahu di Banyuwangi, Jawa Timur, yang harus menghadapi kenaikan harga kedelai di tengah biaya produksi yang terus membengkak.
Pada Rabu (27/5/2026), nilai tukar rupiah tercatat menembus Rp 17.858 per dolar AS. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe di Indonesia.
Nurul Hakim, perajin tahu di Kelurahan Penatigan, Banyuwangi, mengaku kenaikan harga kedelai dalam beberapa bulan terakhir mulai menggerus keuntungan usahanya.
Baca juga: Penyelundupan Puluhan Kambing Kurban Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
“Dampaknya besar sekali. Harga kedelai dalam lima bulan terakhir ini sudah naik Rp2 ribu per kilogram. Desember lalu harganya Rp8.500 per kilogram, sekarang sudah Rp10.500 per kilogram,” kata Hakim.
Hakim melanjutkan usaha keluarganya yang telah berjalan sejak 1979. Ia sendiri fokus mengelola produksi tahu sejak 2005. Dari beberapa perajin tahu di wilayahnya, kini hanya usahanya yang masih bertahan setelah pelaku usaha lain gulung tikar akibat margin keuntungan yang terus menipis.
Baca juga: Geng Motor Brutaliti Banyuwangi Keling Bawa Celurit Cari Musuh, Berakhir di Ditangkap Polisi
Ukuran Tahu
Produksi tahu dilakukan di dapur samping rumah yang ia beri nama “House of Tofu”. Setiap hari, kecuali Jumat dan Minggu, Hakim bersama seorang pekerja memproduksi sekitar 5.500 biji tahu.
Dalam proses produksinya, sekitar 1,25 kuintal kedelai digiling dan dimasak menggunakan tungku kayu bakar. Setelah sari pati dipisahkan dari ampas, adonan dipadatkan dalam cetakan sebelum dipotong sesuai ukuran jual.
Meski harga bahan baku naik, Hakim mengaku sulit menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan. Sebagai jalan tengah, ia memilih memperkecil ukuran tahu.
“Harga bahan baku naik. Tapi tidak mungkin saya naikkan harga jual. Paling bisanya mengecilkan ukuran tahu,” ujarnya.
Baca juga: Pabrik Tahu di Situbondo Terbakar, Diduga Akibat Tumpukan Kayu Dekat Tungku Api
Saat ini, tahu putih produksinya dijual Rp 4 ribu per 10 biji, sedangkan tahu goreng Rp5.500 per 10 biji.
Selain kenaikan kedelai, biaya operasional lain juga ikut bertambah, terutama listrik yang digunakan untuk mesin penggiling dan pompa air produksi.
“Biasanya listrik saya satu bulan Rp1,2 juta, sekarang jadi Rp1,7 juta,” kata Hakim.
Baca juga: Libatkan Banyak Pihak, Pemkab Banyuwangi Perbaiki 134 Sekolah di Tengah Efisiensi Anggaran
Kedelai Impor
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor sekitar 2,2 juta hingga 2,6 juta ton kedelai per tahun sepanjang 2017–2025. Hampir 90 persen pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat.
| Penyelundupan Puluhan Kambing Kurban Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi |
|
|---|
| Geng Motor Brutaliti Banyuwangi Keling Bawa Celurit Cari Musuh, Berakhir di Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Banyak Program Inovatif Pendidikan, Mendikdasmen Ganjar Dua Penghargaan pada Bupati Ipuk |
|
|---|
| 493 Burung dari Bali ke Jawa Gagal Diselundupkan di Pelabuhan Ketapang |
|
|---|
| Libur Idul Adha ASDP Ketapang Siagakan Kapal Tambahan KMP Rodhita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Harga-tahu-Banyuwangi.jpg)