Jumat, 24 April 2026

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Dicacah Menjadi 20 Bagian, Ini Beberapa Bagian KMP Tunu yang Terangkat

Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus berlangsung menggunakan metode pencacahan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman

Ringkasan Berita:
  • Evakuasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya memasuki pekan kedua. PT Buto mengerahkan tongkang bercakar Pioner 88
  • Bagian kapal dan tiga truk telah terangkat dalam kondisi tidak utuh. Evakuasi dilakukan dengan metode pencacahan bangkai kapal
  • Target awal 20 hari, berpotensi molor karena arus laut. KSOP Tanjung Wangi terbitkan Notice to Marine demi keselamatan pelayaran
  • Area evakuasi dijaga kapal patroli dan bouy penanda

 


TRIBUNJATIMTIMUR.COM,  Banyuwangi - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali telah memasuki pekan kedua. Hingga sepekan pelaksanaan, sejumlah bagian kapal serta kendaraan yang ikut tenggelam berhasil dievakuasi dari dasar laut.

Pekerjaan pengangkatan dilakukan oleh PT Buto, perusahaan spesialis pekerjaan bawah air yang ditunjuk pihak asuransi. Operasi dimulai sejak Senin, 26 Januari 2026, dengan mengerahkan tongkang bercakar Pioner 88 sebagai alat utama evakuasi.

Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, menjelaskan sejak awal operasi, beberapa komponen utama kapal sudah berhasil diangkat ke atas tongkang.

“Yang sudah diangkat adalah lambung kapal bagian kamar mesin dan anjungan tempat mobil,” ujar Jonathan, Senin (2/2/2026).

Selain bagian kapal, tiga unit kendaraan jenis truk juga berhasil dievakuasi. Namun, seluruh material yang terangkat berada dalam kondisi tidak utuh akibat benturan dan tekanan selama berada di dasar laut.

Mayoritas badan kapal terangkat dalam bentuk serpihan besi berukuran besar, sementara kendaraan hanya tersisa kerangka dan sebagian kecil komponennya.

Baca juga: Identitas Sosok Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Terungkap, Keluarga : Wawan adalah Kelasi

Pencacahan

Jonathan menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan metode pencacahan bangkai kapal menggunakan peralatan khusus yang terpasang di tongkang.

“Akan dipotong menjadi sekitar 20 bagian,” kata Jonathan, Selasa (2/2/2026).

Pola kerja dilakukan secara bergantian, yakni tiga hari pencacahan lalu tiga hari pengangkatan. Siklus ini diulang hingga seluruh bangkai kapal berhasil dievakuasi.
Dalam sekali pengangkatan, rata-rata berat material mencapai 20 ton, dengan kapasitas maksimal alat hingga 100 ton.

“Estimasi kami, luasan di atas tongkang cukup untuk menampung seluruh bangkai kapal, sehingga tidak perlu dikumpulkan di darat,” ujarnya.

Proses pengangkatan dilakukan setiap hari dari pagi hingga sore. Target awal pengerjaan dipatok 20 hari, namun kondisi arus laut yang deras berpotensi memperpanjang durasi evakuasi.

“Kalau kita lihat arusnya cukup deras, jadi kemungkinan akan molor,” tambah Jonathan.

Baca juga: Jenazah KMP Tunu Pratama Jaya Kantongi Identitas, Tim DVI Lakukan Pemeriksaan di RSUD Blambangan

Pengamanan Pelayaran

Seiring berlangsungnya pekerjaan bawah air, KSOP Kelas III Tanjung Wangi resmi menerbitkan Notice to Marine Nomor PG-KSOP.TG.WI.2 Tahun 2026 tertanggal 29 Januari 2026.

Pemberitahuan ini bertujuan menjaga keselamatan pelayaran serta mendukung kelancaran evakuasi bangkai kapal di lokasi koordinat 08°09’33,11” LS dan 114°29’52,03” BT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved