Berita Banyuwangi
Saat Bandara Banyuwangi Jadi Ruang Belajar bagi Ribuan Anak Sekolah
Saat Bandara Banyuwangi Jadi Ruang Belajar bagi Ribuan Anak Sekolah. Kenalkan pilot, petugas Aviation Security (Avsec), ground handling.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Rendy Nicko Ramandha
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Bandara Internasional Banyuwangi di Kecamatan Blimbingsari bukan hanya menjadi tempat hilir mudik masyarakat yang berpergian menggunakan pesawat. Tempat ini juga menjadi tempat belajar bagi para siswa sekolah.
Para siswa tersebut datang ke Bandara Banyuwangi untuk kunjungan edukasi. Di sana, mereka mendapat wawasan baru mengenai dunia kebandarudaraan. Mereka juga dapat mengenal berbagai profesi yang ada di bandara.
Peran-peran pekerja di bandara seperti pilot, petugas Aviation Security (Avsec), ground handling, serta pengelola fasilitas bandara. Seperti saat kunjungan puluhan siswa KB/TK Al-Umm, Kamis (5/2/2025).
“Kegiatan kunjungan ke bandara ini bertujuan untuk mengenalkan dunia kebandaraan secara langsung kepada anak-anak. Ini menjadi pengalaman berharga yang dapat menginspirasi cita-cita mereka di masa depan,” ujar Kepala Sekolah KB/TK Al-Umm, Wiwin.
Baca juga: Air Terjun Pulo Agung Sumberwringin Jadi Primadona Baru Wisatawan yang Berburu Foto
Baca juga: Hingga Awal 2026, Pengguna Shuttel Bus di Bandara Notohadinegoro Jember Sepi Peminat
General Manager Bandara Internasional Banyuwangi, Holik Muardi menjelaskan, Bandara Banyuwangi selalu terbuka sebagai tempat edukasi kebandaraan bagi siswa.
Sepanjang tahun 2025, kunjungan edukasi diikuti oleh 33 sekolah dengan total 1.311 anak. Sementara pada awal 2026, sebanyak 17 sekolah dengan jumlah 833 anak telah mengikuti kegiatan serupa.
"Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan tingginya minat sekolah dan orang tua terhadap kegiatan pembelajaran kontekstual di lingkungan bandara," ungkap Holik.
Dalam setiap kunjungan, para siswa didampingi oleh pemandu yang menyampaikan materi kebandaraan secara interaktif dan mudah dipahami bagi anak-anak.
Di awal, para siswa diajak untuk mengenal fungsi tiket, bagasi, barang yang boleh dan tidak boleh dibawa ke pesawat, maskapai penerbangan, serta jumlah pesawat yang beroperasi.
Selanjutnya, mereka diajak ke area boarding lounge untuk memahami fungsi area tunggu penumpang dan proses pemeriksaan keamanan oleh petugas Avsec, termasuk pengenalan alat keamanan seperti mesin X-ray, Hand Held Metal Detector (HHMD), dan Walk Through Metal Detector (WTMD).
Kunjungan kemudian berlanjut ke area airside. Ini menjadi salah satu sesi favorit anak-anak. Mereka bisa berfoto bersama serta penjelasan mengenai apron, taxiway, runway, menara pengawas (tower), serta aktivitas pesawat saat landing dan take-off.
Holik mengatakan, Bandara Internasional Banyuwangi merupakan bandara ramah anak. Untuk itu, pihaknya akan berperan aktif dalam mendukung proses pembelajaran dan pengenalan dunia kebandarudaraan bagi generasi mendatang.
“Kami ingin Bandara Internasional Banyuwangi menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak. Bandara bukan hanya tempat transit, tetapi juga tempat belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal dunia penerbangan dan berbagai profesi di dalamnya sejak dini,” tutur dia.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)
| Inovatif, Warga Kelurahan Bakungan Banyuwangi Miliki Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Imbas Rupiah Melemah, Biaya Perawatan Angkutan Kapal Turut Membengkak |
|
|---|
| Macet di Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Terus Berulang, ASDP Sebut Dampak Lonjakan Truk |
|
|---|
| Modus Baru Penipuan Brilink Banyuwangi, Pelaku Bobol WhatsApp Korban Rugi Rp 19 Juta |
|
|---|
| Jadi Best Practice Daerah Inklusif, Perkins International Gelar Lokakarya di Kabupaten Banyuwangi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Kunjungan-puluhan-siswa-KBTK-Al-Umm-di-Bandara-Internasional-Banyuwangi-Kamis-522025.jpg)