Senin, 8 Juni 2026

Macet Pelabuhan Gilimanuk

Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Terapkan Operasi Sangat Padat

ASDP operasikan 35 kapal untuk urai kemacetan 24 km menuju Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik Bali–Jawa.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
ist/ASDP Ketapang
ANTREAN - Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan operasi sangat padat untuk penyebrangan lintas Jawa-Bali, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • ASDP menerapkan operasi sangat padat di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
  • Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih mencapai sekitar 24 km.
  • Sebanyak 35 kapal dioperasikan untuk mempercepat penyeberangan.
  • Polisi menerapkan one way 4,5 km menuju pelabuhan.
  • Penumpang Bali–Jawa pada H-6 tercatat 80.416 orang, naik 33,8 persen dibanding tahun lalu.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Kemacetan horor arus mudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan pola operasi sangat padat, Senin (16/3/2026). Kebijakan ini diambil untuk mempercepat pergerakan kendaraan yang masih terjebak antrean panjang menuju pelabuhan.

Pantauan lalu lintas melalui peta digital menunjukkan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih mencapai sekitar 24 kilometer dari pintu pelabuhan pada Senin petang. Ekor kemacetan dilaporkan berada di wilayah Melaya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan berbagai langkah percepatan operasional dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan.

“Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Pemudik Terjebak Macet 30 Km Menuju Gilimanuk, 11 Jam ke Pelabuhan Ada yang Pilih Naik Ojek

Penerapan One Way

Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, polisi di Bali juga menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dalam radius sekitar 4,5 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Senin sekitar pukul 14.00 WITA.

Selain itu, kendaraan kecil diarahkan menuju buffer zone kargo guna mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan.

Baca juga: Jelang Penutupan Pelabuhan karena Nyepi, Kemacetan Ekstrim hingga 30 Km Masih Terjadi di Gilimanuk

35 Kapal Dioperasikan

Dari sisi operasional penyeberangan, ASDP mengoperasikan 35 unit kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk mempercepat layanan penyeberangan.

Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga masih diterapkan di dermaga MB1, MB4, dan LCM. Dengan skema ini, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan langkah operasional untuk mengurai kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga: Kekurangan Dermaga Picu Antrean Panjang di Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Koordinasi dilakukan secara intensif antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, BPTD Bali, kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta pemerintah daerah.

“Kementerian Perhubungan terus memastikan layanan transportasi berjalan aman, lancar, dan terkendali, serta mendorong percepatan langkah operasional di lapangan agar kepadatan kendaraan dan penumpang dapat segera terurai,” ujarnya.

Menteri Perhubungan juga menugaskan Wakil Menteri Perhubungan serta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk memantau langsung kondisi operasional di Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga: Jadwal Penutupan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Saat Nyepi 2026, Ini Rinciannya

Lonjakan Penumpang

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 Lebaran mengalami peningkatan signifikan.

Total penumpang tercatat 80.416 orang, meningkat 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved