Macet Pelabuhan Gilimanuk
Macet Horor Gilimanuk, Distributor Khawatir 70 Ribu Ayam Tidak Terkirim
Macet penyeberangan Ketapang-Gilimanuk jelang Nyepi ganggu distribusi anak ayam ke NTB, sopir khawatir keterlambatan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Tiga truk pengangkut anak ayam tertahan di Pelabuhan Ketapang akibat kemacetan
- Perubahan pola operasional kapal memperpanjang antrean kendaraan
- Pengiriman terancam terganggu karena penutupan pelabuhan saat Nyepi
- Anak ayam hanya mampu bertahan maksimal tiga hari dalam perjalanan
- Sopir menilai kemacetan kali ini sebagai yang terparah dalam tiga tahun terakhir
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Distribusi puluhan ribu anak ayam dari Jawa menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi kendala serius akibat kemacetan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjelang perayaan Nyepi.
Pada Selasa (17/3/2026) siang, tiga truk pengangkut anak ayam terlihat terparkir terpisah di Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Di bawah terik matahari, para sopir sengaja mencari lokasi teduh demi menjaga kondisi muatan.
Baca juga: 16 Tahun Mudik Bali-Banyuwangi, Baru Kli Ini Rasakan Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk
“Cari tempat teduh di bawah pohon, biar ayamnya aman,” ujar Partam, salah satu sopir.
Partam bersama dua rekannya mengangkut anak ayam jenis joper (Jawa Super) dari Tulungagung menuju Mataram, NTB. Mereka berangkat sejak dini hari dan menargetkan waktu tempuh ideal sekitar 1,5 hari.
Namun, kondisi lalu lintas penyeberangan yang tidak normal membuat perjalanan menjadi penuh ketidakpastian. Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk memicu perubahan pola operasional kapal, termasuk penerapan skema tiba bongkar berangkat (TBB), yang berdampak pada antrean panjang kendaraan dari Jawa ke Bali.
Baca juga: Sopir Truk Resah Sempat Tak Bisa Melintas di Ketapang-Gilimanuk
“Kalau perjalanan setelah ini lancar, harusnya bisa sampai sesuai waktunya,” kata Partam.
Kekhawatiran utama muncul karena jadwal penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi. Untuk mencapai Mataram, pengiriman harus melewati dua lintasan utama: Ketapang–Gilimanuk dan Padangbai–Lembar.
Jadwal Penutupan
Pelabuhan Ketapang: 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB
Pelabuhan Padangbai: 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA
Jika tidak berhasil menyeberang sebelum penutupan, distribusi berpotensi tertunda dan berisiko terhadap keselamatan muatan.
Partam menjelaskan, anak ayam yang diangkut telah dibekali pakan yang cukup untuk bertahan hingga tiga hari. Namun, faktor lingkungan tetap menjadi tantangan utama.
“Di dalam ada makanan untuk ayamnya, bisa bertahan tiga hari,” ujarnya.
Anak-anak ayam tersebut ditempatkan dalam puluhan kotak kecil berventilasi di dalam boks truk. Meski dilengkapi sistem sirkulasi udara, kondisi panas dan pengap tetap berisiko jika berlangsung terlalu lama.
Baca juga: Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Terapkan Operasi Sangat Padat
Hal ini juga menjadi alasan Partam tidak memilih rute kapal langsung dari Jawa ke NTB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Ayam-pelabuhan-Gilimanuk.jpg)