Minggu, 7 Juni 2026

Arus Balik Lebaran 2026

Pemudik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik Ketapang–Gilimanuk pada 28-29 Maret

ASDP prediksi puncak arus balik Ketapang–Gilimanuk pada 28–29 Maret 2026, pemudik diimbau atur perjalanan hindari kepadatan.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
ANTRE - Kendaraan antre menyebrang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada arus balik, Jumat (27/3/2026). ASDP meminta pengguna jasa menghindari menyebrang pada 27-28 Maret. 

Ringkasan Berita:
  • ASDP memprediksi puncak arus balik kedua Ketapang–Gilimanuk terjadi pada 28–29 Maret 2026.
  • Pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan untuk menghindari kepadatan di pelabuhan.
  • Hingga 25 Maret, sekitar 29 persen kendaraan telah kembali ke Bali.
  • ASDP menerapkan pengaturan lalu lintas dan buffer zone untuk menjaga kelancaran.
  • Data H+4 menunjukkan total 13.896 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Ketapang.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Puncak arus balik kedua Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk akan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Para pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan untuk menghindari kepadatan di pelabuhan.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, mengatakan mobilitas kendaraan dan penumpang pasca Lebaran mulai meningkat, namun kondisi arus balik hingga saat ini masih relatif terkendali.

“Diimbau pemudik menghindari perjalanan pada puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, pengaturan waktu perjalanan penting dilakukan untuk meminimalkan potensi kepadatan di kawasan Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.

Baca juga: Puncak Arus Balik Ketapang Diprediksi 26–29 Maret, Banyuwangi Gelar Rakor Bersama Kapolri

Arus Balik Berlangsung Bertahap

Berdasarkan catatan ASDP pada periode arus balik 22–25 Maret 2026, tercatat sebanyak 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Jumlah tersebut sekitar 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa.

Sekitar 71 persen atau 117.367 kendaraan diperkirakan masih belum melakukan perjalanan balik ke Bali.

“Ini memberi ruang bagi sistem layanan tetap bekerja optimal tanpa tekanan berlebih,” kata Yossianis.

Ia menambahkan bahwa distribusi kendaraan yang tidak terpusat pada satu waktu menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan di pelabuhan.

“Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik. Pergerakan yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” jelasnya.

Baca juga: Ritual Seblang Olehsari Banyuwangi Kini ada Penari Baru, Digelar Selama 7 Hari

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pengaturan kendaraan yang masuk ke pelabuhan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone dan penguatan manajemen lalu lintas.

“Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 26 Maret 2026 (H+4), tercatat sebanyak 213 trip kapal melayani penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Pada periode tersebut, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 43.963 orang, turun 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 47.343 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+4 mencapai 13.896 unit, turun 5,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 14.746 unit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved