Tradisi Puter Kayun, Napak Tilas Leluhur Boyolangu Banyuwangi
Tradisi Puter Kayun di Boyolangu Banyuwangi digelar tiap 10 Syawal sebagai napak tilas leluhur menuju Pantai Watu Dodol.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Menurutnya, tradisi Puter Kayun tidak hanya memiliki nilai ritual dan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari atraksi wisata budaya di Banyuwangi.
“Banyuwangi berkomitmen untuk mengangkat dan melestarikan tradisi lokal masyarakat, termasuk tradisi Puter Kayun Boyolangu ini. Selain untuk menjaga tradisi dan ritual yang ada, tradisi ini juga bagian dari atraksi wisata di Banyuwangi,” katanya.
Sebelum puncak tradisi Puter Kayun, warga Boyolangu lebih dulu menggelar sejumlah kegiatan budaya yang dikemas dalam Boyolangu Traditional Culture.
Rangkaian acara dimulai pada 7 Syawal dengan tradisi Lebaran Kopat, yaitu selamatan yang diakhiri makan ketupat bersama warga.
Selanjutnya pada 9 Syawal, masyarakat menggelar Tradisi Kebo-keboan, sebelum puncak ritual Puter Kayun dilaksanakan pada 10 Syawal.
| Rupiah Rp 17.858 per Dolar, Produsen Tahu Tertekan, Kedelai Mahal Tapi Tak Berani Naikkan Harga |
|
|---|
| Detik-Detik Mahasiswi Unej Selamat dari Begal di Bondowoso, Dipukul hingga Tersungkur dari Motor |
|
|---|
| Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Bupati Lumajang : Warga Jangan Panik |
|
|---|
| Guru Bondowoso Dilaporkan ke Polisi, Dispendik Lakukan Investigasi |
|
|---|
| Viral Aksi Wanita Mencuri di Toko Modern Bondowoso, Terekam CCTV Gasak 16 Produk Kosmetik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/TRADISI-Ritual-Puter-Kayun-yang-dilestarikan-oleh-warga-Kelurahan-Boyolangu.jpg)