Selasa, 28 April 2026

Idul Adha 2026

Vaksinasi PMK Banyuwangi Dikebut Jelang Idul Adha, 19 Ribu Sapi Sudah Disuntik

Pemkab Banyuwangi percepat vaksinasi PMK jelang Idul Adha, 19 ribu sapi sudah divaksin.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
SAPI - Sapi-sapi di salah satu kandang milik warga di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi intensif menggelar vaksinasi PMK jelang Idul Adha. 
Ringkasan Berita:
  • Banyuwangi mempercepat vaksinasi PMK jelang Idul Adha 2026
  • Sebanyak 19 ribu sapi telah divaksin hingga April
  • Total 27 ribu dosis vaksin disiapkan untuk perluasan cakupan
  • Pengawasan lalu lintas ternak diperketat, wajib sudah divaksin
  • Pemeriksaan intensif dilakukan pada H-30 dan H-14 Idul Adha

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mempercepat vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.

Sejak Februari 2026, ribuan dosis vaksin telah disalurkan ke berbagai wilayah. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Nanang Sugiarto, menjelaskan bahwa vaksinasi terus diperluas.

"Sebanyak 17 ribu dosis vaksin PMK telah disuntikkan ke sapi-sapi sejak Februari. Jumlah tersebut ditambah dengan 10 ribu dosis vaksin PMK untuk memperluas cakupan di berbagai wilayah," ujar Nanang, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data hingga April, total sapi yang telah divaksin mencapai sekitar 19 ribu ekor. Program vaksinasi ini masih akan terus berjalan hingga seluruh dosis yang tersedia habis, diperkirakan sampai Mei mendatang.

Baca juga: Suami yang Bakar Istri Lalu Bakar Diri di Banyuwangi, Akhirnya Meninggal Dunia

Selain vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak juga menjadi fokus utama. Pemerintah memastikan setiap sapi yang masuk maupun keluar Banyuwangi telah memenuhi syarat kesehatan, termasuk vaksinasi PMK.

"Pengawasan lalu lintas ternak dilakukan melalui sistem pelaporan dan pengawasan, bisa secara langsung maupun melalui aplikasi yang tersedia," jelas Nanang.

Ia menegaskan, status vaksinasi menjadi syarat wajib bagi ternak yang akan dikirim maupun masuk ke Banyuwangi. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar daerah.

Baca juga: Banyuwangi Raih Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia dari Kemendagri 

Menjelang Idul Adha, pengawasan akan semakin diperketat melalui dua tahap pemeriksaan. Pada H-30, petugas akan turun ke pasar hewan dan kandang pemasok untuk memeriksa kondisi sapi sekaligus memastikan status vaksinasi.

"Jika belum divaksin, kami akan langsung lakukan vaksinasi di lokasi," tambahnya.

Selanjutnya, pada H-14, pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan menyasar kandang di pinggir jalan serta lokasi penjualan hewan kurban. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh hewan yang dijual dalam kondisi sehat.

Dengan rangkaian upaya tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Idul Adha di Banyuwangi berjalan lancar dan aman.

"Harapan kami, dengan skema penanganan yang sudah kami siapkan, pelaksanaan Idul Adha di Banyuwangi bisa berjalan baik. Hewan kurban juga aman dikonsumsi," tambah Nanang.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved