Rabu, 27 Mei 2026

Banyak Program Inovatif Pendidikan, Mendikdasmen Ganjar Dua Penghargaan pada Bupati Ipuk

Banyuwangi meraih dua penghargaan pendidikan nasional berkat inovasi Smart Gasing dan penguatan pendidikan karakter.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
acffiorentina.com/inter.it/fcbarcelona.com/Humas Pemkab Banyuwangi
PENGHARGAAN - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan dari Mendikdasmen di acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin malam (25/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Banyuwangi menerima dua penghargaan pendidikan dari Kemendikdasmen.
  • Penghargaan diberikan atas pendidikan karakter dan validitas data pendidikan.
  • Program Smart Gasing disebut berhasil melahirkan siswa berprestasi internasional.
  • Pemkab Banyuwangi juga aktif mengembangkan seni budaya pelajar.
  • Angka Anak Tidak Sekolah Banyuwangi masuk lima terendah di Jatim.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, 
Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat atas komitmennya dalam pengembangan sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan dua penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin malam (25/5/2026).

Dua penghargaan tersebut meliputi Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat dan penghargaan untuk pemerintah daerah dengan residu data pendidikan terendah atau validitas data terbaik.

Menteri Abdul Mu'ti mengatakan  pemerintah terus memperkuat pembangunan karakter melalui pendekatan cultural infrastructure atau infrastruktur budaya pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui program tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan pendidikan anak usia dini, hingga penerapan wajib belajar 13 tahun mulai TK sampai SLTA.

Baca juga: Libatkan Banyak Pihak, Pemkab Banyuwangi Perbaiki 134 Sekolah di Tengah Efisiensi Anggaran

“Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil mengembangkan potensi,” kata Abdul Mu'ti.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi dan kreativitas pelajar Banyuwangi di berbagai bidang, mulai sains hingga seni budaya.

“Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Smart Gasing Dorong Prestasi Sains Pelajar Banyuwangi
Pemkab Banyuwangi terus memperluas akses pengembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai program pendidikan. Salah satu program unggulan yang dijalankan ialah Smart Gasing, hasil kolaborasi dengan Prof. Yohanes Surya.

Program tersebut bertujuan mengenalkan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswa, termasuk di wilayah pelosok desa.

Baca juga: Diluncurkan Menteri Pariwisata, Geopark Run Series 2026 Dimulai di Banyuwangi

Dari program itu, lahir sejumlah pelajar berprestasi. Salah satunya Felicia Dahayu, siswi SDN 1 Pesanggaran, yang meraih medali emas lomba coding dalam ajang The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan, pada 2-3 November 2024.

Selain bidang sains, Banyuwangi juga aktif mendorong pengembangan seni budaya pelajar melalui berbagai ruang kreatif.

“Tidak hanya di bidang sains, kami juga mendorong minat siswa-siswi kami di bidang seni budaya. Bahkan, kami berikan panggung seluas-luasnya,” kata Ipuk.

Ia mencontohkan program Padang Bulanan yang rutin menampilkan kreasi seni pelajar setiap bulan. Pemkab Banyuwangi juga menggelar pertunjukan Kuntulan Ewon dalam peringatan Hardiknas yang melibatkan lebih dari seribu pelajar.

Data Pendidikan Banyuwangi Dinilai Terbaik
Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi juga terus memperkuat kualitas tenaga pendidik dan tata kelola pendidikan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesejahteraan guru lewat pengangkatan PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta berbagai program inovatif lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjelaskan penghargaan validitas data pendidikan terbaik diraih karena pemerintah daerah konsisten melakukan pendataan dan pemantauan keberlanjutan pendidikan siswa.

Menurut Alfian, capaian tersebut tercermin dari rendahnya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Banyuwangi.

“Keberhasilan upaya tersebut dapat diukur dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyuwangi per 2025 yang masuk lima terendah kabupaten/kota di Jawa Timur. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 yang naik menjadi 75,17,” kata Alfian.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved