Kamis, 11 Juni 2026

Sesuai Arahan Kemendagri, Pilkades 2027 di Banyuwangi Bakal Terapkan E-Voting 

Banyuwangi akan menerapkan e-voting pada pilkades 2027 di 130 desa, sesuai arahan Kemendagri, simulasi dan sosialisasi dimulai tahun ini.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
E-VOTING-Kabupaten Banyuwangi mulai mempersiapkan penerapan sistem pemungutan suara digital atau e-voting untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada Oktober 2027. 
Ringkasan Berita:
  • Banyuwangi menargetkan 130 desa menggelar Pilkades serentak dengan sistem e-voting pada Oktober 2027.
  • Penerapan e-voting merupakan tindak lanjut arahan Kemendagri.
  • Aplikasi pemungutan suara digital tengah disiapkan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi.
  • Sistem e-voting dinilai dapat mempercepat penghitungan suara dan mengurangi potensi sengketa.
  • Simulasi serta sosialisasi penggunaan e-voting mulai dilakukan secara bertahap tahun ini.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi -  Kabupaten Banyuwangi mulai mempersiapkan penerapan sistem pemungutan suara digital atau e-voting untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada Oktober 2027. Persiapan dilakukan melalui pengembangan aplikasi hingga simulasi penggunaan sistem yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan penerapan e-voting merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyuwangi dinilai memiliki modal kuat untuk menjalankan sistem tersebut karena menjadi salah satu daerah dengan capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tinggi di Indonesia.

Baca juga: 5 Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal di Makkah, Mayoritas Lansia

Sebanyak 130 desa di Banyuwangi direncanakan mengikuti Pilkades serentak pada 2027 dengan memanfaatkan teknologi e-voting.

"Ada sekitar 130 desa yang akan melaksanakan pilkades pada Oktober 2027. Harapan dari Kemendagri, Banyuwangi bisa melaksanakan pilkades secara digital melalui e-voting," ujar Nanin.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mematangkan aplikasi yang akan digunakan saat proses pemungutan suara. Pengembangan sistem dilakukan dengan melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi.

"Harapan kami, pada pilkades serentak 2027 nanti, seluruh desa bisa melaksanakan e-voting. Aplikasi ini nanti akan disiapkan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi," katanya.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Banyuwangi Beralih ke Pertalite

Menurut Nanin, penggunaan e-voting menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan metode pemungutan suara konvensional. Salah satu manfaat yang diharapkan adalah berkurangnya potensi gesekan atau perdebatan saat proses penghitungan suara.

Pada sistem manual, persoalan sering muncul ketika menentukan keabsahan surat suara. Dengan sistem digital, proses tersebut dapat diminimalkan karena hasil pemungutan suara langsung tercatat dalam sistem.

"Biasanya persoalan muncul saat penghitungan suara, misalnya soal suara sah dan tidak sah. Dengan e-voting, hal ini bisa dihindari," jelasnya.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem e-voting juga diharapkan dapat mendorong partisipasi pemilih. Seluruh data pemilih tetap (DPT) akan terintegrasi dalam sistem sehingga proses pencoblosan menjadi lebih praktis. Meski demikian, masyarakat tetap harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca juga: Dewan Matangkan Aturan Pilkades 2027, Dorong Demokrasi Desa Aman dan Berkualitas

Keunggulan lainnya adalah kecepatan penghitungan suara. Hasil pemungutan dapat diketahui segera setelah waktu pencoblosan berakhir tanpa harus menunggu proses pembukaan dan penghitungan surat suara secara manual.

"Keunggulan lain dari sistem ini adalah kecepatan penghitungan suara. Begitu waktu pemungutan suara berakhir, hasil perolehan suara dapat langsung diketahui tanpa harus menunggu proses pembukaan dan penghitungan surat suara satu per satu," beber Nanin.

Sebagai tahap persiapan, Pemkab Banyuwangi akan menggelar simulasi e-voting di sejumlah desa. Selain menyiapkan perangkat pendukung, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih familiar dengan penggunaan sistem digital tersebut.

"Mulai Juni ini kami akan melakukan simulasi secara bertahap. Tujuannya agar masyarakat desa semakin familiar dengan penggunaan e-voting sebelum hari pelaksanaan nanti," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved