Jumat, 12 Juni 2026

Angin Kencang Bondowoso

Angin Kencang Banyak Terjadi di Bondowoso Sepanjang 2024-2025

Angin kencang mendominasi bencana di Bondowoso 2024-2025. BPBD sebut penyebabnya dipicu Monsun Australia dan cuaca ekstrem.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
BPBD Bondowoso
ANGIN KENCANG: Tim reaksi cepat BPBD, Polri, TNI dan warga saat gotong royong evakuasi Angkutan Umum dan pohon tumbang di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu sore (6/9/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat, angin kencang menjadi bencana alam yang paling sering terjadi sepanjang tahun 2024 hingga Agustus 2025.

Berdasarkan data BPBD, pada 2024 tercatat sekitar 180 kejadian bencana. Dari jumlah tersebut, angin kencang mendominasi dengan 111 kejadian. Disusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 31 kejadian, banjir 19 kejadian, tanah longsor 12 kejadian, bencana non-alam 10 kejadian, bencana sosial 4 kejadian, serta dua kali erupsi gunung api.

Memasuki tahun 2025 hingga Agustus, angin kencang masih mendominasi dengan 35 kejadian. 

Banjir tercatat 13 kali, tanah longsor 10 kali, kebakaran hutan 2 kali, dan bencana non-alam sebanyak 5 kali.

Baca juga: Kisah Inspiratif Eks ODGJ di Bondowoso, Sukses Rintis Usaha Barbershop, Bahkan Bangun Rumah Sendiri

Kabid PK2 BPBD Bondowoso, Yuliono Triandana, mengatakan angin kencang bukan hanya di 2024, tetapi juga masih berlangsung hingga September 2025.

“Akhir-akhir intensitas cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut Yuliono, kondisi ini dipengaruhi oleh Monsun Australia, pola cuaca lokal, serta radiasi matahari. 

Baca juga: Wine Cascara, Wine Buatan Anak Bondowoso dari Kulit Kopi dengan Rasa yang Unik

Angin kencang terjadi merata di sejumlah wilayah, namun Kecamatan Maesan menjadi salah satu titik rawan yang mendapat perhatian khusus.

Seperti dalam sepekan terakhir, setidaknya terjadi tiga kali angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang. Salah satunya pada Selasa (2/9/2025) di Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari DS, yang menimpa dapur dua rumah warga. Kerusakan tercatat ringan.

Peristiwa lain terjadi di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, pohon tumbang ke jalan raya Jember–Bondowoso, Sabtu (6/9/2025). Pohon tersebut menimpa mobil angkutan umum. 

Fasilitator BPBD Jawa Timur, Indar Siswoyo, mengatakan selain angin kencang, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi bencana lain, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

“Meski di Bondowoso tidak ada potensi tsunami, tetapi potensi gempa ini harus juga kita antisipasi,” kata Indar saat ditemui usai rapat Indeks Ketahanan Daerah (IKD) di BPBD Bondowoso, Senin (8/9/2025).

Baca juga: Perajang Adu Keterampilan Olah Tembakau Halus di Festival Tembakau Bondowoso 2025

Ia mengingatkan pada awal 2025 sempat terjadi gempa di Kecamatan Sumber Wringin. Kejadian ini menjadi pengingat penting karena Bondowoso berada di jalur megathrust dan memiliki dua gunung aktif.

“Namun kita tidak boleh panik. Yang penting tetap waspada,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD Bondowoso bersama BPBD Jawa Timur terus mendorong program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berbasis sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved