Jumat, 8 Mei 2026

Demo Bondowoso

Mahasiswa Demo di Pemkab Bondowoso, Soroti Belanja Pegawai 48 Persen, Infrastruktur Hanya 6 Persen

Mahasiswa demo di Bondowoso soroti APBD, belanja pegawai 48?n belanja modal 6%. Bupati Hamid sebut aspirasi sejalan dengan fokus pemda.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sinca Ari Pangistu
DEMO - Aksi mahasiswa saat berdialog bersama Bupati, Sekda, dan Ketua DPRD Bondowoso di halaman Pemkab Bondowoso, Kamis (5/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan mahasiswa demo di Kantor Pemkab Bondowoso saat satu tahun pemerintahan bupati.
  • Mahasiswa menilai APBD tidak ideal: belanja pegawai 48 persen, belanja modal hanya 6 % .
  • Mereka menuntut pemangkasan belanja pegawai dan peningkatan anggaran infrastruktur.
  • Target perbaikan jalan diminta naik dari 25 km menjadi minimal 100 km pada 2026.
  • Bupati menyatakan aspirasi mahasiswa sejalan dengan fokus pemerintah, namun pengurangan pegawai tidak mudah.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bondowoso menggelar demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, Kamis (5/3/2026). 

Mahasiswa menyuarakan sejumlah kritik terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Warga dan Relawan di Bondowoso Patungan Tambal Jalan Berlubang

Soroti Postur APBD

Koordinator aksi, Ahmad Rifandi, menilai komposisi anggaran daerah saat ini tidak seimbang. Di tengah upaya efisiensi anggaran, porsi belanja pegawai justru mencapai sekitar 48 persen dari APBD.

Sebaliknya, alokasi belanja modal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur, hanya sekitar 6 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diperbaiki agar pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat bisa ditingkatkan.

Baca juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Bataan Bondowoso, Air Capai 50 Cm

“Belanja modal ini menyentuh langsung masyarakat, seperti perbaikan jalan dan irigasi,” ujar Rifandi.

Mahasiswa meminta pemerintah daerah memangkas belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Anggaran yang dihemat diharapkan dapat dialihkan ke sektor pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan.

“Perbaikan jalan yang target awalnya 25 kilometer (km), minimal pada 2026 bisa menjadi 100 km,” katanya.

Baca juga: Hujan Lebat, Atap Gedung Serbaguna GKJW Bondowoso Ambruk

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, massa mengenakan atribut serba hitam dan membawa berbagai poster berisi tuntutan.

Beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain:

  1. Penurunan belanja pegawai secara bertahap.
  2. Penambahan anggaran pembangunan infrastruktur.
  3. Peningkatan transparansi pengelolaan APBD.
  4. Penyelesaian konflik di Kecamatan Ijen.
  5. Penyediaan kanal pengaduan masyarakat yang lebih responsif.

Baca juga: Hujan Lebat, Atap Gedung Serbaguna GKJW Bondowoso Ambruk

Respons Bupati Bondowoso

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa pada dasarnya sejalan dengan perhatian pemerintah daerah dan harapan masyarakat.

“Sebetulnya ini bukan semata tuntutan mahasiswa saja, tetapi juga menjadi konsentrasi pemerintah dan keinginan masyarakat. Dalam cara pandang ini, kita bertemu,” ujar Hamid.

Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendorong pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur. Bahkan, berdasarkan hasil survei pada 2024, perbaikan jalan menjadi salah satu harapan utama masyarakat.

Baca juga: Hujan Lebat, Atap Gedung Serbaguna GKJW Bondowoso Ambruk

“Ngapain kita tahan-tahan. Masyarakat memang berharap persoalan infrastruktur, terutama jalan yang rusak, bisa segera ditangani,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved