Rabu, 29 April 2026

Berita Jember

Agroforestri Jagung di Hutan Sosial Jember Berhasil, Libatkan Petani dan Swasta

Gapoktanhut Desa Seputih Jember sukses panen jagung agroforestri di hutan sosial. Kolaborasi petani dan swasta dorong swasembada pangan.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
acffiorentina.com/inter.it/fcbarcelona.com/Imam Nawawi
PANEN PERDANA: Wakil Bupati Djoko Susanto saat panen jagung di Desa Seputih Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (20/1/2026). Jagung tersebut ditanam dengan konsep agroforestri oleh Gapoktanhut Desa Seputih Kecamatan Mayang, Jember. 

Ringkasan Berita:
  • Gapoktanhut Desa Seputih Jember sukses panen jagung agroforestri
  • Lahan hutan sosial yang dimanfaatkan seluas 60 hektar
  • Petani mendapat pendampingan PT Mekar Asta Nusantara
  • Jagung dinilai strategis untuk mendukung Program MBG
  • Produktivitas mencapai 7–8 ton per hektar

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, berhasil mengembangkan budi daya jagung melalui skema agroforestri di kawasan hutan sosial. Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen perdana jagung yang digelar, di lahan seluas 60 hektar, Selasa (20/1/2026).

Dalam proses penanaman hingga panen, para petani mendapatkan pendampingan dari PT Mekar Asta Nusantara. Program agroforestri ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kehutanan yang sebelumnya tidak produktif agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Panen perdana tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto. Usai mengikuti seremoni panen, Wabup Jember berdialog langsung dengan para petani untuk membahas upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian.

"Kegiatan ini tentunya sangat menginspirasi kita bersama, sebagai momentum petani berkolaborasi dengan swasta. Patut kami acungi jempol," ujar Djoko.

Baca juga: Ular King Koros Hampir Dua Meter Ditemukan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember

Menurutnya, pola kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan sektor pertanian, terutama dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.

"Perlunya kolaborasi dan pengembangan ekosistem. Jika itu dilakukan, pasti bisa menjawab semua tantangan," katanya.

Djoko juga menilai komoditas jagung memiliki peluang bisnis yang besar di Kabupaten Jember. Selain bernilai ekonomi, jagung berperan penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di sektor hulu.

"MBG butuh telur dan daging. Jagung merupakan suplai utama pemenuhan itu. Jagungnya untuk pakan ternak ayam, pelepahnya untuk pakan sapi," ungkapnya.

CEO PT Mekar Asta Nusantara, Evi Febriana, menjelaskan bahwa program agroforestri yang dijalankan saat ini difokuskan pada pengembangan budi daya jagung bersama petani secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Pelajar di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Tanggul Usai Tiga Hari Pencarian

"Kami sediakan bibit bagi petani. Di situ kami bekerja sama dengan BISI untuk kebutuhan bibit," jelas Evi.

Selain pendampingan dan penyediaan sarana produksi, perusahaan juga memberikan kepastian pasar dengan membeli hasil panen jagung petani binaan, sehingga petani tidak perlu menjual hasil panen ke tengkulak atau pengepul.

"Kami hadir untuk memberikan kepastian pasar. Kami harapkan hal ini bisa berdampak positif bagi kehidupan petani dalam jangka panjang," tuturnya.

Evi mengungkapkan, hasil budi daya jagung melalui sistem agroforestri di lahan hutan sosial Desa Seputih tergolong sangat produktif. Dalam satu kali panen, produksi jagung dapat mencapai 7–8 ton per hektar.

"Ke depan akan kami tambah luasannya, karena potensi di sini bisa mencapai lebih dari 120 hektar. Pengembangan akan dilakukan bertahap untuk memudahkan monitoring dan kolaborasi bersama petani," tambahnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved