Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Jember

Banjir Rendam 3.944 Rumah di Jember, Ratusan Warga Mengungsi

BPBD Jember mencatat 3.944 rumah terdampak banjir luapan sungai di 8 kecamatan, 299 warga terpaksa mengungsi.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
ist/Baret Rescue Nasdem Jember
DAMPAK BANJIR: Kondisi banjir di Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Jember, Jawa Timur, Jumat pagi (13/2/2026) Banjir akibat luapan 8 sungai di Jember. 
Ringkasan Berita:
  • 3.944 rumah KK terdampak banjir luapan sungai di Jember
  • Banjir melanda 17 desa di 8 kecamatan
  • 299 warga terpaksa mengungsi
  • Tiga jembatan dan sejumlah bangunan rusak
  • Banjir dipicu hujan deras dan luapan delapan sungai besar

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Jember mencatat sebanyak 3.944 rumah kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan sungai, Jumat (13/2/2026).

Ribuan KK tersebut tersebar di 17 desa pada delapan kecamatan di Kabupaten Jember. Selain itu, sebanyak 299 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.

Berdasarkan data BPBD Jember, wilayah terdampak meliputi:

  • Kecamatan Sukorambi: 33 KK
  • Kecamatan Rambipuji: 3.210 KK
  • Kecamatan Kalisat: 3 KK
  • Kecamatan Bangsalsari: 361 KK
  • Kecamatan Ajung: 2 KK
  • Kecamatan Balung: 184 KK

Baca juga: Tanaman Pangan Terdampak Banjir Jember Capai Ribuan Hektare, Kerugian Ratusan Miliar Rupiah

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan banjir luapan sungai juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur.

“Banjir mengakibatkan tiga rumah warga rusak ringan, satu pondok pesantren terdampak, serta tiga jembatan mengalami kerusakan,” ujarnya.

Salah satu jembatan putus berada di Sentul, Desa Suci, Kecamatan Panti. Jembatan tersebut tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Dinoyo.

“Selain itu, jembatan gantung roboh dan jembatan di kawasan perkebunan Kaputren, Kecamatan Sukorambi, juga putus akibat banjir,” tambah Edy.

Menurut Edy, banjir bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Jember sejak Kamis (12/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB. Curah hujan tinggi tersebut memicu kenaikan debit air di delapan sungai besar.

Baca juga: Cegah Banjir, Pemkab Pasuruan Normalisasi Sungai Anak Wrati

Sungai-sungai yang meluap meliputi:

  1. Sungai Dinoyo
  2. Sungai Kaliputih
  3. Sungai Kaliklepuh
  4. Sungai Kalijompo
  5. Sungai Rembangan
  6. Sungai Bedadung
  7. Sungai Karangbayat
  8. Sungai Gondangdia

Luapan air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 18.00 WIB dan terus meningkat satu jam kemudian.

“Ketinggian air bervariasi, mulai 30 sentimeter hingga mencapai dua meter. Banjir juga menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan, dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas,” katanya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved