Arus Mudik 2026
Jelang Mudik Lebaran 2026, Dishub dan Polisi Ram Cek Bus di Terminal Tawang Alun Jember
Jelang mudik Lebaran 2026, Dishub dan polisi ram cek bus di Terminal Tawang Alun Jember.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Dishub Jember dan kepolisian melakukan ram cek bus di Terminal Tawang Alun jelang mudik Lebaran 2026.
- Pemeriksaan meliputi wiper, ban, setir, kursi penumpang, hingga sistem pengereman.
- Setiap bus diwajibkan menyediakan sabuk pengaman bagi penumpang.
- Saat ini terdapat sekitar 200 armada bus yang beroperasi di terminal tersebut.
- Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada H-3 Idul Fitri berdasarkan data tahun sebelumnya.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember bersama kepolisian melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ram cek terhadap bus di Terminal Tawang Alun, Kamis (12/3/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan armada transportasi umum yang beroperasi dalam kondisi aman dan layak jalan sehingga dapat menjamin keselamatan penumpang selama masa mudik.
Dalam kegiatan ram cek ini, petugas memeriksa puluhan bus yang beroperasi di terminal milik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tersebut.
Sejumlah komponen utama kendaraan diperiksa secara detail, mulai dari wiper, kondisi ban, sistem kemudi, hingga fasilitas kursi penumpang.
Kepala Terminal Tawang Alun Jember, Pujiono, mengatakan pemeriksaan kelayakan kendaraan dilakukan secara rutin sebelum bus beroperasi.
Baca juga: BGN Bekukan 18 Dapur MBG di Jember, Mulai Izin Sanitasi hingga IPAL Belum Lengkap
“Setiap kendaraan yang mau beroperasi selalu kami ram cek. Setiap hari hampir 25–30 bus,” ujarnya.
Selain pemeriksaan teknis, pihak terminal juga mewajibkan setiap perusahaan otobus (PO) menyediakan sabuk pengaman bagi penumpang.
Menurut Pujiono, sebagian besar bus baru sudah dilengkapi fasilitas tersebut, sementara bus lama masih dalam proses penambahan.
“Tapi kalau bus yang lama, sementara ini masih dipesankan. Tapi kalau tidak ada sabuk pengaman, kami nyatakan bus itu tidak layak jalan,” katanya.
Baca juga: MBG dan Cabai Jadi Penyebab Inflasi Jember Tertinggi di Jawa Timur
Tambahan Armada
Saat ini terdapat sekitar 200 armada bus yang beroperasi di Terminal Tawang Alun. Jumlah tersebut berpotensi ditambah jika terjadi lonjakan penumpang selama masa mudik.
Pihak terminal telah berkoordinasi dengan perusahaan otobus untuk menyiapkan tambahan armada insidentil, khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
“Kami sudah koordinasi dengan PO di sini untuk memberikan tambahan insidentil, khususnya yang AKAP,” paparnya.
Baca juga: Hobi Nonton “Dracin”, Warga Pamekasan dan Jember Dapat Hadiah Mobil dari Telkomsel dan WeTV
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan penumpang yang datang ke Terminal Tawang Alun biasanya terjadi pada H-3 Hari Raya Idul Fitri.
“Tahun lalu bisa mencapai 3.000 lebih untuk penumpang datang. Sementara lonjakan keberangkatan di terminal ini terjadi pada H+4,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, memastikan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh bus yang diperiksa dalam kondisi layak jalan.
“Baik itu dari pengereman, lampu. Selain bus AKAP dan AKDP, kami juga hadirkan bus pariwisata untuk dilakukan ram cek juga,” ujarnya.
| Lokasi Strategis, Posko Gotong Royong PDIP Banyuwangi Banyak Fasilitas Gratis bagi Pemudik |
|
|---|
| Evaluasi Kemacetan Horor Arus Mudik, ASDP Siapkan Langkah Arus Balik Lebaran |
|
|---|
| Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Ditutup karena Nyepi, 16 Kantong Parkir Disiapkan |
|
|---|
| ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara, Macet Gilimanuk Susut Jadi 4 Km |
|
|---|
| Siapkan Tujuh Bus Gratis, Pemkab Pasuruan Berangkatkan Ratusan Pemudik ke Kampung Halaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/PEMERIKSAAN-Petugas-penguji-kendaraan-periksa-bus-di-Terminal-Tawang-Alun-Jember.jpg)