Jumat, 22 Mei 2026

18 Anak TK dan PAUD di Jember Keracunan MBG, Satgas Minta SPPG Ditutup

Sebanyak 18 anak TK dan PAUD di Jember diduga keracunan usai menyantap MBG dari SPPG di Kaliwates.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Istimewa/Peksos
DIRAWAT - Korban diduga keracunan MBG dirawat di RSUD Kaliwates, Jember, Rabu (20/5/2026). Satgas MBG Jember menyebut ada 18 anak yang diduga keracunan usai menyantap MBG yang dikirim oleh sebuah SPPG di Jl Teratai Kaliwates, Jember. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 18 anak TK dan PAUD di Jember diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
  • Seluruh makanan berasal dari satu dapur SPPG di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates.
  • Sejumlah anak mengalami gejala lemas, pucat, muntah, dan diare setelah makan.
  • Satgas MBG Jember meminta dapur SPPG terkait ditutup sementara.
  • DPRD Jember mendesak izin operasional dicabut jika terbukti membahayakan anak.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Sebanyak 18 anak TK dan PAUD di Kabupaten Jember diduga keracunan makanan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (20/5/2026). Berdasarkan rilis Satgas MBG Kabupaten Jember, seluruh siswa yang mengalami gejala diduga keracunan menerima makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Jalan Teratai, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Akibat kejadian tersebut, mereka harus mendapatkan perawatan medis bahkan empat anak menjalani rawat inap di RSUD Kaliwates. Satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates dan Puskesmas Jemberkidul. Sementara siswa lainnya menjalani rawat jalan.

Baca juga: Unej Tak Bisa Dirikan SPPG untuk MBG Tahun Ini, Terkendala Anggaran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak lama setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengalami kondisi lemas dan pucat ketika masih berada di lingkungan sekolah.

Setelah pulang ke rumah, beberapa anak dilaporkan mengalami muntah dan diare. Anak-anak yang terdampak berasal dari sedikitnya tiga lembaga TK dan PAUD di Jember.

Kepala Satgas MBG Jember yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, menyatakan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap dapur penyedia makanan tersebut.

Baca juga: Terimbas Isu Aturan MBG, Harga Semangka Turun Tipis Meski Panen Raya 2,5 Ton di Bondowoso

“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. SPPG ini sering diingatkan karena sering masuk kanal Wadul Guse atas keluhan masyarakat,” ujar Fauzi dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Fauzi juga menegaskan Satgas MBG bersama institusi terkait akan lebih aktif melakukan pemeriksaan terhadap dapur-dapur MBG di tingkat kecamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Bupati Jember menyesalkan kejadian tersebut dan mohon maaf kepada korban, dan orang tua. Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir di Jember,” lanjutnya.

Baca juga: Permintaan MBG Mendadak Berhenti, Peternak Buang Telur Puyuh, Rugi 16 Juta per Hari

DPRD Desak Izin Dicabut

Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, menilai dugaan keracunan tersebut patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama terkait pengawasan penyedia makanan MBG.

“Kalau SPPG ini membahayakan nyawa anak didik kita, cabut saja izinnya,” tegas David.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved