Jumat, 8 Mei 2026

Erupsi Semeru

Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Km, BPBD Pastikan Aman dari Permukiman

Gunung Semeru erupsi dengan awan panas guguran sejauh 5 km. BPBD Lumajang memastikan aman dari permukiman dan tidak ada korban.

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Haorrahman
ist/Pos pantau gunungapi Semeru
AWAN PANAS-Awan panas terpantau kamera CCTV Pos Pantau Gunungapi Semeru. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru menunjukkan peningkatan, Rabu (14/1/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Semeru mengalami erupsi disertai awan panas guguran sejauh 5 kilometer
  • Erupsi terjadi Rabu siang, 14 Januari 2025, sekitar pukul 11.25 WIB
  • BPBD Lumajang memastikan awan panas tidak mencapai permukiman warga
  • Status Gunung Semeru masih Siaga, masyarakat diminta menjauhi Besuk Kobokan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan, Rabu (14/1/2025). Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut erupsi yang disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 5 kilometer dari kawah puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru, awan panas guguran teramati terjadi sekitar pukul 11.25 WIB. Aktivitas erupsi tersebut menjadi perhatian mengingat status Gunung Semeru saat ini berada pada level Siaga.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memastikan erupsi tersebut tidak berdampak langsung pada permukiman warga.

Baca juga: Viral Emak-emak Lumajang Curhat Hidup di Zona Erupsi, Minta Gunung Semeru Dipindah

Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan jarak luncur awan panas masih berada dalam zona aman dan tidak menembus wilayah berpenghuni.

"Erupsi sudah berhenti pada jarak 5 kilometer dari puncak. Dipastikan masih aman," ujarnya saat dikonfirmasi.

BPBD juga memastikan tidak ada laporan kerusakan material maupun korban jiwa akibat aktivitas erupsi tersebut.

Kondisi cuaca di kawasan lereng Gunung Semeru terpantau hujan dengan tutupan awan mendung cukup tebal. Dari pantauan petugas di tanggul aliran lahar Sumbersari, Kecamatan Pronojiwo, visual puncak Semeru tidak terlihat hingga pukul 12.48 WIB.

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 5 Kilometer

Petugas juga mengingatkan potensi hujan abu vulkanik yang dapat terjadi di sejumlah wilayah sekitar gunung, seiring dengan kondisi cuaca dan aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

Masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar yang berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved