Kamis, 11 Juni 2026

Berita Situbondo

Bupati Situbondo Asesmen Ulang 27 Pejabat Eselon II, Tekankan Loyalitas

Bupati Situbondo mengasesmen ulang 27 pejabat eselon II. Bupati Mas Rio tekankan loyalitas pada daerah dan kontrak kinerja berbasis SLA.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Izi Hartono
ASSESEMENT: Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat diwawancarai, Senin (11/8/2025). Pemkab Situbondo, kembali melakukan asesmen atau job fit terhadap 27 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Situbondo mengasesmen ulang 27 pejabat JPT Pratama
  • Asesmen dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati
  • Bertujuan menilai kesesuaian kompetensi dengan OPD
  • Wawancara menekankan loyalitas kepada daerah, bukan personal
  • Jabatan kosong akan diisi melalui mekanisme open bidding

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SitubondoPemkab Situbondo, Jawa Timur, kembali melakukan asesmen atau job fit terhadap 27 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Berbeda dari tahap sebelumnya, asesmen kali ini dilakukan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Wakil Bupati Ulfiyah.

Asesmen ini bertujuan menilai kesesuaian kompetensi pejabat dengan tugas, fungsi, dan dinamika kerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan birokrasi untuk mendukung visi dan misi kepemimpinan daerah.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup karakteristik individu seperti kepribadian, keterampilan, nilai kerja, hingga kemampuan manajerial dan teknis para pejabat.

Baca juga: UMK Situbondo 2026 Terendah di Jatim, Empat Serikat Buruh Resmi Menolak Keputusan Gubernur

Tahapan Asesmen

Bupati Rio menjelaskan asesmen dilakukan melalui dua tahapan utama.

“Tahap pertama ditujukan untuk kebutuhan mutasi dan rotasi pejabat, sementara tahap kedua diperuntukkan bagi pengisian jabatan yang masih kosong melalui mekanisme open recruitment atau open bidding,” ujarnya.

Sebanyak 27 pejabat eselon II telah mengikuti proses penilaian awal oleh tim penguji. Mereka diperingkat berdasarkan kompetensi, rekam jejak kinerja, serta potensi kepemimpinan.

“Tahapan selanjutnya adalah wawancara langsung secara tatap muka,” kata Mas Rio.

Baca juga: Bupati Situbondo Pantau Pospam Nataru di Jalur Pantura hingga Wisata Pasir Putih

Wawancara Langsung, Loyalitas untuk Situbondo
Dalam sesi wawancara face to face, Mas Rio menekankan pentingnya komitmen moral dan orientasi pengabdian terhadap daerah.

“Saya wawancara langsung. Saya bertanya soal komitmen membantu Situbondo. Bukan sekadar loyal kepada Mas Rio atau Mbak Ulfi, tapi loyal kepada Situbondo,” katanya.

Menurut Mas Rio, loyalitas kepada daerah menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Baca juga: Warga Datangi Sungai untuk Berburu Ikan Mabuk di Situbondo

“Di hati dan pikirannya itu harus ada kata Situbondo. Itu yang mewakili akuntabilitas, integritas, dan kemampuan untuk mewujudkan Situbondo naik kelas,” tambahnya.

Selain wawancara, Pemkab Situbondo juga menerapkan Service Level Agreement (SLA) sebagai komponen krusial dalam penilaian. SLA dimaknai sebagai kontrak kinerja antara calon pejabat dengan pimpinan daerah.

“Service Level Agreement itu semacam kontrak kinerja antara calon pejabat dengan saya dan Mbak Ulfi. Ini menjadi poin terbesar,” jelas Mas Rio.

Hasil wawancara dan SLA tersebut akan menjadi dasar penempatan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, dengan tetap mengacu pada prinsip tour of duty untuk menjaga dinamika dan penyegaran birokrasi.

Baca juga: Warga Datangi Sungai untuk Berburu Ikan Mabuk di Situbondo

Rotasi Pejabat dan Open Bidding

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved