Jumat, 12 Juni 2026

JAWARA DPRD Pasuruan

DPRD Pasuruan Tekankan Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan, Tapi Mencari Solusi

Fungsi pengawasan DPRD bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
JAGONGAN: Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat saat meninjau beberapa pembangunan jalan di Sumbersuko, Wonosari, Wonosunyo, Kecamatan Gempol dalam acara Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) kerjasama antara DPRD Kabupaten Pasuruan dan Tribunjatim Network. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menjelaskan fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD.
  • Pengawasan bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengatakan, fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditemukan solusinya.

Penegasan tersebut ia sampaikan saat meninjau beberapa pembangunan jalan di Sumbersuko, Wonosari, Wonosunyo, Kecamatan Gempol dalam acara Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) kerjasama antara DPRD Kabupaten Pasuruan dan Tribunjatim Network.

Samsul, sapaan akrabnya menjelaskan, monitoring yang dilakukan pihaknya dilatarbelakangi kondisi di lapangan yang sempat menimbulkan keluhan masyarakat.

Baca juga: Menurun Rp 600 Miliar, APBD Pasuruan 2026 Ditetapkan Rp 3,9 Triliun

“Pengawasan kita tidak untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di lapangan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD menemukan sejumlah kendala yang mengganggu pekerjaan konstruksi, terutama tingginya mobilitas kendaraan tambang yang hilir-mudik di kawasan tersebut.

Kondisi ini diperparah cuaca hujan, yang bahkan sempat menyebabkan 2–3 truk material terbawa arus akibat saluran irigasi yang belum maksimal.

“Awalnya kami mendapat laporan dari warga terkait kondisi jalan dan padatnya kendaraan besar. Setelah kami cek, memang keluar-masuknya kendaraan tambang luar biasa padat,” katanya.

Baca juga: Ditunjuk Tuan Rumah Babak Penyisihan Liga 4 Jatim, Pasuruan United Siap Sapu Bersih Kemenangan

Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal, DPRD kemudian berkoordinasi dengan perusahaan tambang sekitar, agar aktivitas kendaraan dapat dikendalikan sementara.

Rekomendasi DPRD agar dilakukan penutupan jalur sementara pun ditindaklanjuti oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Kabupaten Pasuruan.

“Alhamdulillah langsung dibuatkan surat penutupan. Ini bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, perusahaan, dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Kado Hari Guru Nasional, FIFGROUP Kabupaten Pasuruan II Bangun Rumah Pembibitan di SMKN 1 Purwosari

Dalam sidak tersebut, DPRD juga menyoroti minimnya jumlah pekerja yang dikerahkan kontraktor.

Menurut Samsul, dukungan dari pemerintah dan DPRD harus diimbangi dengan keseriusan pelaksana proyek agar pekerjaan tidak molor.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak pelaksana agar menambah pekerja. Setelah rekomendasi kami, ada tambahan 4–5 pekerja. Tapi ke depan harus ditambah lagi untuk mengejar waktu,” jelasnya.

Selain itu, DPRD juga menerima laporan terkait pelengsengan yang rusak, yang berpotensi mengganggu aliran air dan merusak jalan yang sedang dibangun.

Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui dua opsi: pengalihan jalur air atau pengajuan adendum pekerjaan.

Baca juga: Menuju Pasuruan Lebih Terang, Ribuan PJU Mulai Dipasang di Beberapa Titik

Mandor pelaksana proyek di Desa Wonosunyo Dwijo menjelaskan, pekerjaan mencakup peningkatan jalan sepanjang 1.682 meter dengan lebar rata-rata 3 meter.

Proses perbaikan dilakukan dengan metode lapis penetrasi dan penggunaan aspal bakar secara manual sebanyak dua hingga tiga kali, bergantung tingkat kerusakan.

Ia juga menyebut beberapa kendala di lapangan, termasuk kendaraan warga yang masih kerap melintas sebelum material stabil.

Baca juga: Bupati Rusdi Sambangi Sekolah Legendaris di Pasuruan, Sampaikan Selamat Hari Guru

“Kadang warga berhenti di tanjakan atau turunan, terutama ibu-ibu waktu antar sekolah. Aspalnya belum ditabur kerikil, sudah dilewati. Jadi harus kami ulang,” ujarnya.

Kepala Desa Wonosunyo Saleh menyatakan masyarakat sangat mendukung pembangunan tersebut.

Jalan yang selama ini rusak berat akhirnya mendapatkan penanganan menyeluruh dengan anggaran lebih dari Rp3 miliar.

“Warga sangat bersyukur. Jalan ini penting untuk akses menuju kawasan wisata Candi Belahan, sekolah, hingga Gudang Garam. Harapan ke depan ada tambahan pelengsengan dan penerangan jalan umum,” kata Saleh.

Baca juga: Naik Motor Mas Rusdi Keliling Cek Perbaikan Jalan Pasuruan

Samsul menegaskan kembali bahwa setiap rupiah anggaran pembangunan adalah amanah yang harus dijaga.

Turun Lapangan

Karena itu DPRD mendorong seluruh anggotanya untuk turun ke lapangan melakukan monitoring, terutama di masa pelaksanaan proyek.

“Dana yang dikeluarkan pemerintah daerah, serupiah pun adalah amanah. Lewat sidak, persoalan bisa langsung kita selesaikan, tidak harus menunggu RDP. Yang terpenting, pekerjaan selesai tepat waktu, tepat mutu, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Baca juga: Naik Motor Mas Rusdi Keliling Cek Perbaikan Jalan Pasuruan

Ia juga menyebut, untuk wilayah Wonosunyo, pembangunan jalan sepanjang total 4.680 meter sudah dituntaskan tahun ini.

Ke depan, DPRD akan memperjuangkan penambahan pelengsengan, PJU, dan fasilitas air bersih dalam pembahasan APBD 2026.

“Yang utama adalah kebersamaan. Pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan pelaksana harus bergerak bersama. Pengawasan bukan mencari kesalahan, tetapi mencari solusi. Itu yang selalu kami tekankan,” tutupnya.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved