Berita Pasuruan
Duduk Bareng Pedagang, Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Pasuruan Dimatangkan
Pemkab Pasuruan duduk bersama pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo untuk mematangkan penataan, ketertiban, parkir, dan kenyamanan wisata.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Pemkab Pasuruan duduk bersama pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo
- Penataan dan ketertiban pasar menjadi fokus utama
- Pedagang mendukung penertiban dan meminta pengawasan saat akhir pekan
- Masukan terkait parkir, penerangan, dan retribusi disampaikan
- Penataan pasar diharapkan meningkatkan kenyamanan wisata dan PAD
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menegah, Perindustrian dan Perdagangan, bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan duduk bersama dengan para pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo, Rabu (21/1/2026).
Dalam acara yang digelar sederhana itu, tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini berkomunikasi dan mendengar apa yang menjadi keluhan, masukan dan harapan pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo ini.
Salah satu perwakilan PKL, Kerto mengaku pedagang siap mendukung jika memang ada penataan dan penertiban kawasan pasar wisata Cheng Hoo. Menurut dia, memang itu yang diharapkan pedagang.
Dia juga berharap, ada petugas yang ikut mengawasi saat pasar ini ramai, seperti hari Sabtu dan Minggu. Menurutnya, saat ramai, potensi pelanggaran tinggi, dan juga adanya kehadiran pedagang liar.
“Jadi, kalau boleh saran perlu ada petugas di jam yang ramai pengunjung, ini demi keamanan bersama. Lampu perlu ditambah, karena ada titik - titik yang gelap. Dan kami sudah tiga bulan belum bayar retribusi,” katanya.
Baca juga: Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono Silaturahmi ke Kantor Bupati
Lahan Parkir
Pramono, salah satu koordinator parkir mengatakan, jika memang nanti akan direvitalisasi, mohon dipertimbangkan kembali lahan parkir. “Karena kalau Sabtu-Minggu, parkir sudah tidak muat, sampai muntah,” ungkapnya.
Kadis Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Taufiqul Ghony mengapresiasi pertanyaan bagus dari pedagang terkait belum adanya penarikan retribusi selama 3 bulan terakhir.
“Pertanyaan menarik ini. Walaupun retribusi untuk PAD dan demi kesejahteraan masyarakat, tapi karena belum ada aturan jadi tidak ditarik untuk sementara. Dan ini bukti bahwa ada kesadaran tentang kewajibannya,” uraimya
Di sisi lain, Ghony mengatakan, acara duduk bersama ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bupati Pasuruan usai berkunjung ke Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Gedung Ex Bangkodir Bangil Jadi Pasuruan Creative Center 2026, Kembangkan UMKM Anak Muda
Dari kunjungan itu, Bupati mendapatkan banyak keluhan, dan salah satunya terkait keberadaan pedagang durian. Kondisi itu membuat Pasar Wisata Cheng Hoo di mata wisatawan kurang baik.
“Acara hari ini, tujuannya memperbaiki agar Pasar Wisata di mata wisatawan kembali baik. Jadi, kami duduk bersama, mencari solusi untuk menata dan memperbaiki agar semakin banyak yang datang ke sini,” terangnya.
Disampaikan dia, bagaiamana pedagang perdagang kaki lima yang ada di dalam, dan di luar area bisa diperlakukan adil karena mereka juga bekerja, berusaha dan mereka jufa menjadi bagian dari di Kabupaten Pasuruan.
“Ketertiban dan penataan pasar ini menyangkut dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita tahu bersama, Cheng Hoo ini merupakan ikon Kabupaten Pasuruan yang sudah banyak dikenal orang,” tambahnya.
| Sampoerna Kick-Off Surveillance AWS 2026, Perkuat Konservasi Hulu dan Efisiensi Air |
|
|---|
| RSUD Grati dan Unair Jalin Kesepakatan untuk Perkuat Mutu dan SDM Kesehatan |
|
|---|
| Polisi Mangkir, Sidang Perdana Praperadilan TPPU Tersangka Narkoba Ditunda |
|
|---|
| Kuatkan Layanan Kesehatan, 32 Dokter Terima SK Kepala Puskesmas di Pasuruan |
|
|---|
| Berbagi Bahagia, Politisi Gerindra Ajak Pedagang Kecil Belanja Gratis Selama Tiga Menit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/pasar-cheng-hoo-pasuruan.jpg)