Jumat, 12 Juni 2026

Berita Pasuruan

Gerbang Kembar Diluncurkan, Mas Rusdi Targetkan 19.857 ATS Kembali Sekolah

Pemkab Pasuruan luncurkan Gerbang Kembar untuk tekan 19.857 anak tidak sekolah dan percepat peningkatan IPM 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/Humas Pemkab Pasuruan
PROGRAM BARU : Mas Rusdi, Bupati Pasuruan saat meluncurkan GERBANG KEMBAR untuk mengentaskan 19.857 anak kembali sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pasuruan luncurkan GERBANG KEMBAR tekan angka ATS.
  • Tercatat 19.857 anak masuk kategori tidak sekolah pada 2026.
  • Program libatkan OPD, camat, BPS, Kemenag, hingga media.
  • Penuntasan ATS jadi prioritas untuk percepatan peningkatan IPM.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Pemkab Pasuruan resmi meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (GERBANG KEMBAR) sebagai langkah konkret menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tergolong tinggi.

Program tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (12/2/2026).

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan perjanjian kinerja prioritas pembangunan antara Bupati dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Mulai Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi.

Selain itu, enam camat dari wilayah dengan angka ATS relatif tinggi juga turut menandatangani komitmen kinerja, yakni Camat Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, dan Nguling.

Baca juga: Hasil Survei IKM 2025, Pelayanan Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan Raih Predikat “Sangat Baik”

Bupati menegaskan, GERBANG KEMBAR tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau sekadar slogan.

Program tersebut harus diterjemahkan dalam target yang jelas, indikator yang terukur, serta tanggung jawab yang spesifik di setiap perangkat daerah.

“Setiap target harus memiliki angka. Setiap program harus berdampak. Setiap OPD harus memberi kontribusi nyata. Keberhasilan kita bukan diukur dari banyaknya program, melainkan dari perubahan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026, tercatat sebanyak 19.857 anak di Kabupaten Pasuruan masuk kategori anak tidak sekolah.

Angka tersebut mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), maupun yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurut Mas Rusdi, sapaan akrabnya, jumlah tersebut bukan sekadar statistik, melainkan persoalan serius yang berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca juga: Kilang LNG Mini Pertama di Jawa Resmi Beroperasi di Pasuruan, Gas Bumi HCML Jadi Pemasok Utama

“Selama angka ATS masih tinggi, peningkatan IPM akan berjalan lambat. Karena itu, ini harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Ia menekankan, penanganan anak tidak sekolah merupakan strategi utama dalam percepatan pembangunan manusia di Kabupaten Pasuruan.

Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved