Selasa, 5 Mei 2026

Belajar ke Pasar Jaya, Mas Rusdi Bidik Pengelolaan Pasar Lebih Modern dan Mandiri

Pemkab Pasuruan belajar pengelolaan Pasar Jaya Jakarta untuk dorong modernisasi dan kemandirian pasar daerah.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/Pemkab Pasuruan
PENYEMPURNAAN : Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama rombongan saat studi banding ke Pasar Jaya Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pasuruan melakukan kunjungan kerja ke Perumda Pasar Jaya Jakarta
  • Tujuan utama untuk belajar modernisasi dan kemandirian pengelolaan pasar
  • Pasar Jaya dinilai inovatif karena multifungsi hingga ruang olahraga
  • Fleksibilitas keuangan Perumda jadi fokus pembelajaran
  • Peluang kerja sama pemasaran produk unggulan Pasuruan ke pasar nasional

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Upaya memperkuat kemandirian dan modernisasi pengelolaan pasar daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Salah satunya melalui kunjungan kerja langsung ke Kantor Pusat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya Jakarta, akhir pekan kemarin.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Taufiqul Ghony.

Selain itu, ada juga Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TPPPD) Rohani Siswanto. serta jajaran terkait.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Perkulakan dan Ritel Perumda Pasar Jaya, Sumanto.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Gandeng Perusahaan Gelar Kembali Mini Job Fair, Ribuan Pencari Kerja Antusias

Dalam kesempatan itu, Mas Rusdi sapaan akrab Bupati menegaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari langkah “ngangsu kaweruh” atau belajar langsung dari daerah yang telah lebih maju dalam pengelolaan pasar.

“Kami datang untuk belajar. Ternyata banyak inovasi yang luar biasa dan membuka wawasan kami. Bahkan, pasar di sini bisa dikembangkan menjadi ruang olahraga seperti bulu tangkis, futsal, hingga padel yang disewakan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia mengaku terkesan dengan konsep pengelolaan Pasar Jaya yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi ruang publik yang produktif dan bernilai tambah.

Menurutnya, salah satu poin penting yang ingin dipelajari adalah fleksibilitas pengelolaan keuangan Perumda.

Baca juga: DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Pelestarian Budaya Lewat Keterlibatan dan Kesejahteraan Pelaku Seni

Hal ini dinilai menjadi kunci agar pasar dapat berkembang lebih mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di Kabupaten Pasuruan, pengelolaan pasar masih berada di bawah Diskoperindag, sehingga belum sepenuhnya mandiri,” papar dia.

Untuk perbaikan atau revitalisasi, masih bergantung pada APBD. Ini yang ingin kami pelajari, bagaimana pasar bisa dikelola lebih fleksibel dan berkelanjutan.

Selain itu, Mas Rusdi juga melihat peluang besar untuk mendorong pemasaran produk unggulan Kabupaten Pasuruan ke pasar yang lebih luas, termasuk ke Jakarta.

Ia menyebut Pasuruan memiliki potensi kuat di sektor pertanian dan peternakan, seperti sayuran, susu sapi, hingga telur.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Sediakan Bus Gratis dan Rompi Identitas, Jemaah Haji Dibuat Lebih Nyaman

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved