Berita Jember
Rumah Pintar Silo Beri Solusi Pendidikan Bagi Anak Putus Sekolah di Jember
Sekolah Alam Rumah Pintar Kecamatan Silo, Jember menjadi solusi pendidikan bagi mereka yang putus sekolah, meski usianya sudah dewasa
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
Jadwal aktivitas belajar mengajar, untuk Pokjar, dilakukan setiap dua minggu sekali. Karena, kata Hadi, mereka kebanyakan adalah orang-orang yang sudah usia dewasa dan telah bekerja.
"Jadwalnya adalah hari Minggu, karena kegiatan ini adalah pembelajaran untuk bebas putus sekolah. Memberikan pendampingan bagi mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah, agar mereka memperoleh legal ijazah resmi, supaya bisa melanjutkan karier pendidikan mereka atau masuk dunia kerja," paparnya.
Sedangkan untuk waktu pembelajaran, disesuaikan dengan petunjuk teknis dan kurikulum pendidikan dari Kementerian Pendidikan, dari Jam 08.00 WIB hingga Pukul 12.00 WIB," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Rumah Pak Kades di Probolinggo Dilempar Bondet, Mobil Baru Beli 14 Hari Pun Rusak
Sementara jadwal sekolah alam bagi anak yang masih SD dilakukan setiap hari jumat pada Pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Biasanya, katanya, kegiatannya berupa memberikan pendampingan bagi pelajar.
"Ketika mereka menemukan persoalan yang tidak terpecahkan di lembaga formalnya, semisal pelajaran Matematika, Bahasa Inggris. Bahkan kami juga memberikan pendampingan dalam pengembangan minat dan bakat masing-masing siswa,baik sepak bola ataupun ketrampilan lain yang ingin mereka kembangkan," jlentehnya.
Hadi menjelaskan awal mulai mendirikan Rumah Pintar ini, karena banyak sekolah formal yang tidak mau menerima siswa yang melebihi batas usia. Dari hal tersebut akhirnya didirikanlah yayasan tersebut sebagai solusi bagi mereka.
"Atau bisa disebut sekolah alternatif, baik untuk anak yang tidak mampu, maupun berhenti sekolah,"katanya.
Dia mengaku perintisan pendidikan komunitas tersebut dimulai pada Tahun 2014. Kata dia, saat itu aktivitas belajar mengajar dilakukan di ruang tamu rumah pribadi.
"Dan siswanya itu adalah keponakan sendiri, jumlahnya cuma empat orang. Lalu berkembang ke saudara, lalu tetangga sehingga secara jumlah kuantitas jadi cukup banyak. Akhirnya kami merekrut beberapa orang untuk jadi tutor dan pendamping," katanya.
Karena ruangan di rumah pribadi tidak muat menampung siswa, akhirnya pada Tahun 2016. Hadi mengaku harus memindah lokasi belajar mengajar dengan mendirikan bangunan tersendiri.
"Sampai akhirnya tepat pada tanggal 1 Juni 2016, bangunan Rumah Pintar ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Jember Muqit Arief," ulasnya.
Sementara untuk program pendidikan kejar paket, baru dilakukan pada Tahun 2018. Dan 13 siswa yang diwisuda itu adalah angkatan pertama Pokjar.
(TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Kegiatan-Rumah-Pintar.jpg)