Berita Trenggalek
Meski Titik Longsor Dekat, Belajar Mengajar SD di Trenggalek Berlangsung Normal
Pagar tembok di sebuah SD di Trenggalek longsor, lokasi sangat dekat dengan bangunan sekolah, tetapi KBM tetap berjalan normal
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, TRENGGALEK - Pasca pagar tembok di areal sekolah longsor pada Sabtu (1/4/2023), kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Kertosono di Desa Kertosono Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek berlangsung normal.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono mengatakan, kondisi bangunan sekolah dinilai aman lantaran tidak terdampak langsung bencana longsor.
Untuk itu lah pihak sekolah tetap memutuskan melaksanakan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Namun begitu pengawasan peserta didik diperketat, terutama saat jam istirahat dan para siswa berada di luar kelas.
Siswa dilarang untuk mendekat di area pagar tembok yang roboh digerus air yang meluap dari sungai tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi risiko pasca insiden longsor di areal sekolah.
"Kalau aktivitas pembelajaran berlangsung normal, kan yang longsor pagar depan sekolah, tidak mengenai bangunan sekolahnya. Untuk peserta didik juga tidak sampai bermain di area yang longsor," kata Agus Selasa (4/4/2023).
Agar mempermudah pengawasan siswa, Agus telah menginstruksikan pihak sekolah membuat pembatas sementara di area longsor sebagai tanda areal yang dilarang dijadikan tempat bermain anak.
Selain curam, area tersebut tidak stabil karena sering diguyur hujan dinilai sehingga ditakutkan berpotensi terjadi longsor susulan.
"Kita sudah minta dibuatkan semacam pagar pembatas sementara sambil proses perbaikan. Kemungkinan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) nanti anggarannya kita usulkan untuk perbaikan," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Pagar SDN 2 Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek ambrol pada, Sabtu (1/4/2023).
Pagar sekolah setinggi 4 meter, lebar 3 meter, dan panjang 55 meter tersebut longsor dan roboh ke kebun yang berada di belakang sekolah tersebut.
Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi mengatakan robohnya pagar tersebut terjadi karena human error.
"Sebelum pagar longsor, wilayah Desa Kertosono, Kecamatan Panggul diguyur hujan dengan intensitas sedang," kata Triadi, Minggu (2/4/2023).
Hal tersebut membuat bendungan saluran air yang ada di sekitar sekolah meluap hingga mengalir ke halaman SDN 2 Kertosono.
Air lalu menerjang pagar dan menggerus tanah dan pondasi pagar tersebut hingga menyebabkan labil dan pagar tersebut roboh. Dari foto terlihat, area longsor tidak jauh dari bangunan utama sekolah.
(Sofyan Arif Candra/TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Pagar-Tembok-SD-Ambrol.jpg)