Banyuwangi Ethno Carnival
Melihat Persiapan Kostum untuk Banyuwangi Ethno Carnival 2023
Penampil BEC menyiapkan kostum mereka lebih dari sebulan, dengan memberikan sentuhan Kawah Ijen dan blue fire di kostum mereka
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Para penampil Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2023 memeragakan busana yang akan mereka kenakan dalam parade, Selasa (4/7/2023).
Kostum yang ditampilkan mayoritas hampir rampung. Kesiapannya antara 80-95 persen. Selain mengenakan busana lengkap, para peserta juga tampil dengan riasan ciamik.
Penampilan para peserta BEC itu merupakan tahapan penilaian sebelum pagelaran yang masuk dalam kalender even nasional itu digelar pada Sabtu (8/7/2023).
Dalam penilaian itu, para dewan juri mengomentari tiap-tiap kekurangan dari penampil. Baik dari sisi kostum, riasan, hingga koreografi peserta.
Penilaian tersebut untuk memastikan para peserta bakal tampil semaksimal mungkin di hadapan penonton dan wisatawan pada hari H parade.
Meski belum rampung sepenuhnya, kostum-kostum yang diperagakan saat itu menarik perhatian mata. Pernak-pernik dan kelir kostum mencirikan bagian-bagian dari Geopark Ijen.
Sebagaimana diketahui, pada pagelaran tahun ini BEC mengusung tema "The Magic of Ijen Geopark".
Tema itu diangkat atas penetapan Ijen Geopark sebagai bagian dari jaringan geopark dunia oleh Dewan Eksekutif UNESCO Global Geopark (UGG) di Paris, Perancis, 24 Mei lalu.
Kompleksitas kostum membuat proses pembuatannya memakan waktu yang tak singkat.
"Untuk kostum bertema Kawah Ijen ini, saya membuatnya lebih dari sebulan," kata Dandy Putra Anggara, salah satu perancang kostum BEC.
Baca juga: Dua dari Empat Pengeroyok Mahasiswa Unitri Ditangkap, Dua Pelaku Lainnya Masih Pengejaran
Identitas Kawah Ijen bisa dilihat dari detail-detail kostum rancangan Dandy. Ada atribut berbentuk kawah dan pernik-pernik yang mencirikan batu belerang.
Warna yang dipilih juga menunjukkan ciri Kawah Ijen. Kostum tersebut terdiri dari sekitar enam warna. Mayoritas kuning yang melambangkan warna belerang dan biru yang mencirikan blue fire.
"Untuk memadukan warna cukup sulit karena warna-warna yang ada mencolok satu sama lain," kata dia.
Selain itu, kostum juga harus dibuat seringan mungkin dengan bentuk yang relatif besar dan berumbai selayaknya kostum karnaval.
Untuk itu, Dandy memakai beberapa bahan yang ringan seperti spons agar kostum tersebut tetap nyaman dipakai penampil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/penjurian-BEC.jpg)