Jumat, 17 April 2026

Pilpres 2024

Di Jember, Anies Baswedan Serukan Tentang Perubahan

Kegiatan Pasangan Anies-Muhaimin (AMIN), dalam rangka ikut jalan sehat sarungan pada perayaan Hari Santri Nasional 2023.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
Pasangan Anies-Muhaimin usai orasi di hadapan peserta Jalan Sehat sarungan di GOR Kaliwates Jember. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER- Pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar Calon Presiden dan Wakil Presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan, menyapa warga Jember, Minggu (29/10/2023).

Kegiatan Pasangan Anies-Muhaimin (AMIN), dalam rangka ikut jalan sehat sarungan pada perayaan Hari Santri Nasional 2023 di Gedung Olahraga Kaliwates Jember.

Di hadapan ribuan peserta, Anies Baswedan berorasi tentang misi perubahan Indonesia. Hal ini karena nasib petani selama ini selalu sulit dan pada persoalan yang sama.

"Kenapa sulit, karena tidak melakukan perubahan, petani hidup sulit dibiarkan, pupuk langka dan harga beras yang mahal dibiarkan," katanya. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Probolinggo Makin Pedas, Tembus Rp 70 Ribu Perkilo

Menurutnya, dari persoalan inilah diperlukan perubahan. Katanya, supaya seluruh petani dan keluarganya bisa hidup sejahtera.

"Oleh karena itu perlu perubahan agar keluarga kita bisa hidup sejahtera, kami ingin harga beras bisa murah," kata Anies.

Selain soal pertanian, dia juga menyinggung masalah biaya sekolah yang mahal, akses kesehatan ribet hingga biaya pakan ternak semakin mahal.

"Semua persoalan itu bisa diselesaikan, asalkan ada kemauan dan butuh keseriusan. Bangsa ini membutuhkan agar masalah-masalah yang dihadapi masyarakat bisa diselesaikan," kata Anies.

Baca juga: PCNU Kota Probolinggo Gelar Jalan Santai Bersarung, Sebagai Refleksi Perjuangan Ulama Terdahulu

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengutarakan bahwa biaya pendidikan terjangkau, akses kesehatan mudah dan harga pangan murah, tidak bisa dipajang maupun difoto untuk peresmian.

"Tetapi itu bisa membuat masyarakat hidup sejahtera. Kami bekerja bukan untuk membuat peresmian dan foto-foto. Kami ingin perubahan kenyataan, perubahan kehidupan. Itu sebabnya kami ingin perubahan," paparnya.

Namun, lanjut Anies, upaya untuk melakukan perubahan tantangannya cukup besar. Sebab banyak sekelompok orang merasa terancam dengan gerakan ini.

"Contoh harga beras mahal, tetapi petani tidak menerima uang dari harga beras mahal. Lalu, harga beras yang mahal uangnya ke mana. Kalau harga beras mahal uangnya diterima petani, pasti Ikhlas. Masalahnya harga beras mahal, tapi uangnya tidak diterima petani," katanya.

Makanya mereka yang biasanya menikmati uang dari harga beras mahal ini. Jadinya, tidak terima gerakan perubahan ini.

"Sementara rakyat yang dirugikan, menginginkan perubahan. Mari bergerak bersama-sama, mari hadapi mereka. Meskipun mereka punya kekuatan uang, punya kekuatan harta," serunya.

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com) 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved