Berita Jember
Dampak El Nino Panjang, Dinkes Jember Minta Warga Waspada Ancaman Chikungunya
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember meminta masyarakat waspada terhadap ancaman Virus Chikungunya yang bersumber dari nyamuk aedes aegypti
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Dinas Kesehatan Kabupaten Jember meminta masyarakat waspada terhadap ancaman Virus Chikungunya yang bersumber dari nyamuk aedes aegypti.
Sekretaris Dinas Kesehatan Jember dr Koeshar Yudyarto mengatakan, banyaknya nyamuk aedes aegypti itu berpotensi menularkan Virus Chikungunya terhadap manusia. Karena panjangnya badai El-nino kemarin, membuat serangga tersebut banyak bertelur.
"Karena El-nino ini membuat cuaca dan suhu semakin naik. Hal itu membuat habitat nyamuk demam berdarah makin meningkat," ujarnya, Sabtu (4/5/2024).
Menurutnya, serangga kecil itu sangat menyukai daerah yang memiliki suhu udara hangat. Tentunya pada El-nino ini, nyamuk semakin mudah berkembang biak.
"Dengan udara hangat, nyamuk ini mudah bertelur, lalu jadi jentik-jentik. Kemudian jadi nyamuk lagi. Sehingga siklusnya lebih meningkatkan pada el-nino ini," kata Koeshar.
Koeshar mengungkapkan, daerah yang rawan terjadi kasus chikungunya adalah kawasan Jember Kota. Hal itu karena kondisi lingkungan alamnya yang membuat nyamuk betah.
"Kalau daerah pegunungan itu, memang jarang. Karena di daerah yang dingin, nyamuk itu tidak bisa berkembang. Kalau daerah hangat, seperti daerah Kota, itu cenderung disukai nyamuk," urainya.
Selain faktor suhu, Koeshar mengatakan penularan virus Chikungunya akibat nyamuk, juga dipengaruhi faktor kebersihan lingkungannya.
"Seperti orang gunung, mandinya pakai bak. Setelah mandi airnya dibuang, jadi tidak ada sarang nyamuknya. Tetapi daerah Kota, orang mandinya pakai jeding, meskipun bersih, tetapi kalau mereka tidak rutin membersihkan tiap minggu, ini akan jadi sarang nyamuk," paparnya.
Dia mengatakan, kalau di satu tempat ada sarang nyamuknya. Maka warga yang tinggal dalam radius 100 meter akan terancam penyakit cikungunya.
"Maka pencegahan paling efektif itu, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), ketimbang fogging. Karena itu dilakukan, sebelum nyamuk bertelur," ucap Koeshar.
Sementara Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menambahkan, selain chikungunya. Ancaman penyakit lain adalah flu Singapura.
"Karena flu Singapura ini sedang mewabah, sehingga kami minta Dinkes dan kader Puskesmas untuk segera,memberikan edukasi kepada masyarakat," imbuhnya.
Baca juga: Camat di Jember Ungkap Fakta Tentang Video Viral ODGJ Dijadikan PSK oleh Ayahnya
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
| Pegadaian Jember Melayani Sepenuh Hati Lewat Program Gadai Bebas Bunga Jelang Lebaran |
|
|---|
| Dukung Ketahanan Pangan dari Desa, STAPA Center Kenalkan Program DEFA di 6 Kabupaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sekdin-Kesehatan-Jember.jpg)