Pilgub Jatim

PKB - PDIP Dikabarkan Berkoalisi Usung Kiai Marzuki - Risma di Pilgub Jatim, Begini Respons Golkar

Berhembus kabar jika PKB dan PDIP bakal memasangkan Kiai Marzuki - Risma di Pilgub Jatim, begini respons Golkar yang mengusung Khofifah - Emil

Editor: Sri Wahyunik
Surya / Faiq Nuraini
Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM,  SURABAYA - Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, dan PPP sudah memberi rekomendasi kepada Khofifah Indar Parawansa - Emil Elistianto Dardak sebagai pasangan calon (paslon) petahana. Keduanya akan berduet kembali dalam Pilgub Jatim 2024.

Namun masih ada beberapa partai besar yang hingga saat ini memilih tidak berada dalam gerbong koalisi di atas. Menguat bahwa partai besar di luar lima partai tersebut akan membangun koalisi sendiri.

Bahkan PKB dan PDIP, dua pemilik kursi terbesar di DPRD Jatim saat ini juga sudah memunculkan kandidat mereka. PKB siap mengusung KH Marzuki Mustamar, dan PDIP mengusung Tri Rismaharini.

Keduanya akan diduetkan menjadi penantang Khofifah - Emil. Atas wacana koalisi PKB dan PDIP yang akan memasangkan mangan Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Mustamar dengan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai penantang Khofifah Emil, DPD Golkar Surabaya tidak mempermasalahkan koalisi tersebut.

Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan tidak ada kendala siapapun yang akan menjadi penantang pasangan Khofifah - Emil. "Monggo mawon. Siapapun itu berhak maju sebagai calon atau dicalonkan. Pemilukada hanyalah perlombaan untuk memenangkan hati masyarakat," kata Arif Fathoni, Jumat (14/6/2024).

Partainya akan memilih Langkah desain pemenangan politik untuk menyenangkan hati masyarakat. Termasuk Golkar Surabaya akan menyosialisasikan segala kebaikan Khofifah - Emil daripada menyerang kandidat lain.

KH Marzuki adalah tokoh besar dengan sebelumnya pernah memimpin organisasi keagamana paling besar, PWNU Jatim. Risma adalah mantan Wali Kota Surabaya dua periode yang diyakini memiliki pemilih tradisional di kota Surabaya.

"Tapi politik itu seni mengolah ketidakmungkinan menjadi mungkin. Insya Allah dengan kerja cerdas semua komponen pendukung Bu Khofifah dan Mas Emil, Insya Allah kita bisa mengulang kemenangan Pilgub 2018. Siapa pun lawan Pilgub nanti, Bu Khofifah harus bertanding," tandas Fathoni.

Sementara itu, baliho Khofifah-Emil mulai bertebaran di Surabaya. Sejumlah ruas jalan banyak ditemukan sosok keduanya. Baliho dengan pesan melanjutkan kemaslahatan masyarakat Jawa timur tersebut berlogo Partai Golkar Kota Surabaya.

Cak Toni, sapaan Arif Fathoni mengaku bahwa pihaknya yang memasang baliho tersebut, pemasangan dilakukan setelah rekomendasi DPP Partai Golkar sudah turun ke pasangan Khofifah-Emil.

“Meski elektabilitas Bu Khofifah cukup tinggi, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Pak Sarmuji memerintahkan kami untuk terus memenangkan hati masyarakat Jatim. Termasuk kami langsung gas pol membuat dan memasang baliho," ujarnya.

Baca juga: Soal Polemik Tapera Pemkab Lumajang Akui Belum Bisa Berbuat Banyak

Politisi muda Golkar ini bahkan mengumpulkan seluruh Ketua Pimpinan Kelurahan dan Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Surabaya. Mereka sudah melakukan kerja-kerja politik di tengah masyarakat. Kemenangan pasangan calon Khofifah-Emil di kota Surabaya akan terulang seperti Pilgub 2018.

“Insya Allah dengan kerja keras semua pihak, mudah-mudahan kota Surabaya bisa menjadi kontributor yang mengantarkan kembali anak bangsa yang Bernama Bu Khofifah agar bisa melanjutkan kemaslahatan bagi warga Jawa timur ” paparnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Faiq Nuraini/TribunJatimTimur.com)

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved