Kesehatan
10 Hari Usai Menstruasi Waktu Ideal Periksa Payudara untuk Cegah Kanker
Salah satu metode pecegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Salah satu metode pecegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri, atau yang akrab dengan istilah SADARI.
Untuk melakukan pencegahan tersebut ada waktu-waktu pemeriksaan yang dapat dilakukan.
Menurut dr. Amira Cholid Bawazeer, Founder Medicelle Clinic, pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI, bagi perempuan usia muda bisa dilakukan pada 10 hari setelah menstruasi.
“Dilakukan tiap bulan, 10 hari setelah menstruasi. Jadi, saat payudara sedang tidak kencang, diperiksa sendiri,” ujarnya, Kamis (21/11/2024).
Bagi perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau berusia 35 tahun ke atas perlu dilakukan pemeriksaan mamografi.
Namun, jika tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara, atau mempunyai faktor risiko yang besar dari keluarga, pemeriksaan mamografi dilakukan pada usia 40 tahun ke atas.
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menyebut, tanda-tanda kanker payudara dapat dikenali sendiri.
Tanda-tanda yang paling umum adalah adanya benjolan di area payudara.
“Ketika dipegang, terasa keras dan tidak bergerak. Terus biasanya juga ada cairan yang keluar dari puting di luar waktunya (menyusui),” sebutnya.
Baca juga: DPRD Pasuruan Minta Pemkab Evaluasi APBD 2025, 43 Persen Untuk Belanja Pegawai Dinilai Ugal - Ugalan
Selain itu, perubahan bentuk puting seperti tertarik ke dalam atau bentuk lesung di area payudara.
Tanda lain yang terkadang muncul adalah bagian puting akan memiliki tekstur seperti kulit jeruk yang memiliki pori-pori.
“Tarikan tumor dari dalam, menyebabkan munculnya "lesung" di area payudara. Tapi, bentuk yang terakhir itu tidak semua orang mengalaminya. Kalau sudah memiliki faktor risiko, saat benjolan muncul segera periksakan ke dokter,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
| Rentetan Kasus Percobaan Bunuh Diri, Aktivis Desak Aksi Nyata Atasi Krisis Kesehatan Mental |
|
|---|
| Dinkes Bondowoso Pastikan Anggaran UHC Ditambah Rp 9 M, Tak Terdampak Efisiensi |
|
|---|
| Dinas Kesehatan Situbondo Sebut Program UHC Masih Berlaku |
|
|---|
| BREAKING NEWS Berobat Cukup KTP di 9 Daerah di Jatim ini Berpotensi Tak Berlaku Lagi |
|
|---|
| 439 Rumah Sakit di Jatim Rugi Rp 500 Miliar Akibat Klaim BPJS Kesehatan, Diduga Maladministrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Dokter-Amira.jpg)