Rabu, 8 April 2026

Banjir di Gresik

Banjir Luapan Kali Lamong Landa Delapan Kecamatan di Gresik

Debit air Kali Lamong yang kembali meningkat mengakibatkan ratusan rumah terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai satu meter di beberapa titik

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Willy Abraham
BANJIR GRESIK - Pengendara motor nekat melintas di jalan raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Minggu (2/3/2025). Pengendara motor mengalami mogok karena banjir. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Gresik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mencatat bahwa hingga pukul 18.00 WIB, banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong melanda beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti, dan Kecamatan Kedamean.

Debit air Kali Lamong yang kembali meningkat mengakibatkan ratusan rumah terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai satu meter di beberapa titik. 

Akibatnya, jalur alternatif yang menghubungkan Gresik dengan Mojokerto dan Lamongan terpaksa ditutup, sehingga aktivitas warga terganggu.

Baca juga: Polisi Gagalkan Perang Sarung di Gresik, Enam Remaja Diamankan

Di Jalan Raya Morowudi, Cerme, sepanjang 500 meter terendam banjir setinggi 25 sentimeter. Demi keselamatan pengguna jalan, warga bersama aparat keamanan memutuskan untuk menutup akses. Namun, beberapa pengendara tetap nekat menerobos banjir, meskipun berisiko mengalami mogok.

Layanan transportasi Transjatim yang biasanya melayani rute Gresik-Mojokerto dialihkan melalui jalur alternatif Metatu.

Salah satu pengendara motor, Wahyu, mengaku tetap menerobos banjir karena jalan tersebut merupakan akses tercepat menuju kota. Namun, akibat ketinggian air yang cukup signifikan, motornya akhirnya mogok.

"Saya nekat melintas karena ini jalan tercepat. Tapi motor saya mogok setelah menempuh sekitar 500 meter. Jika menggunakan jalur alternatif, harus memutar lewat Balongpanggang-Metatu," ujar Wahyu.

Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Gubernur Jatim di Grahadi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa banjir di Kecamatan Balongpanggang mulai surut, sementara di Kecamatan Benjeng genangan air perlahan mengalami penurunan. Namun, di Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti, dan Kecamatan Kedamean, ketinggian air masih mengalami peningkatan secara bertahap.

"Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mencari solusi terbaik dalam penanganan banjir ini," pungkas Sukardi.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Willy Abraham/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved