Senin, 13 April 2026

Ramadan 2025

Tarian Sufi Ramaikan Momen Ramadan di Surabaya

Tarian dengan gerakan memutar ini merupakan salah satu bagian dalam mengungkapkan cinta kepada Allah SWT.

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Nur Ika
PENARI SUFI : Tarian sufi tampil di berbagai acara khususnya pada preview buka puasa di Bulan Ramadan 2025 yang digelar di hotel-hotel Surabaya. Tarian ini dilakukan oleh satu hingga dua orang penari sufi dengan gerakan memutar seiring alunan musik. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Tari Sufi menjadi pilihan dalam menyemarakan bulan Ramadan di Surabaya.

Tarian dengan gerakan memutar ini merupakan salah satu bagian dalam mengungkapkan cinta kepada Allah SWT.

Pentas tari sufi mengiringi berbagai momen sepanjang menyambut Ramadan. Salah satunya ditampilkan oleh penari sufi dari Rumah Cinta Surabaya Rangkah.

“Ramadan ini biasanya di hotel-hotel. Di Surabaya sudah lima kali tampil, belum nanti ke Solo dan Semarang,” ungkap Penari Sufi Bahminto, di Hotel Vasa Surabaya, Jumat (21/2/2025).

Selain di hotel, lanjut Bahminto, pentas tari sufi juga mengiringi pernikahan bersama musik gambus, pengajian, mengiringi sholawatan dan membersamai orang hajatan atau ruwatan.

Tari sufi bukan sekadar tarian biasa melainkan ada teknik dan perasaan yang lebih dari sekadar kesenangan.

Bahminto menyebut, di dalam tari sufi para penari melakukan gerakan tawaf pada diri sendiri.

Baca juga: Pria Diduga Mencoba Mencuri di Probolinggo Dihajar Warga

“Jadi ketika seorang muslim tawaf di Baitullah, tari sufi miniatur dunia mengelilingi hatinya dan sebagai pusat Tuhan bersemanyam. Tarian mencintai Tuhan, mengabaikan dunia,” ungkapnya.

Tarian sufi juga memiliki ciri khas dibanding tarian lain. Bukan hanya makna filosofi dalam gerakan, kostum yang digunakan juga memiliki makna.

Para penari sufi memakai topi panjang yang dikenal dengan sikke. Sikke disebut melambangkan batu nisan.

Sementara jubah panjang berwarna putih dengan bawahan melebar berbentuk O yang disebut Tennur.

Masing-masing melambangkan alam kubur dan kain kafan. Maknanya agar senantiasa mengingat kematian.

Selalu mengingat kematian, sebagai bagian dari mengendalikan kemauan hawa nafsu dan ego duniawi.

Baca juga: Banjir Luapan Kali Lamong Landa Delapan Kecamatan di Gresik

“Ini pakaian jubah Sufi namanya tennur dan sikke melambangkan batu nisan. Busananya kain kafan, ini atribut kematian yang dimatikan akalnya, kemauan dan egonya,” ungkapnya.

Ada sebanyak delapan orang yang aktif berlatih tarian sufi di Rumah Cinta Surabaya yang terletak di Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved