Berita Jember
Hari Pertama Kerja, Gus Fawait Naik Becak ke Pendopo Jember
Gus Fawait, sapaan akrabnya, naik becak bersama sang istri dari Pasar Tanjung menuju Masjid Jami Baitul Amin Jember.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait, tiba di Pendopo Wahyawibawagraha dengan menaiki becak, Senin (3/3/2025). Perjalanan ini menjadi bagian dari acara seremonial penyambutan pemimpin baru Kabupaten Jember.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, naik becak bersama sang istri dari Pasar Tanjung menuju Masjid Jami Baitul Amin Jember.
Sepanjang perjalanan melewati Jalan Sultan Agung, ia disambut dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang meriah.
Acara ini juga dirangkaikan dengan Festival Rakyat Sambut Ramadan, yang sekaligus menjadi ajang penyambutan resmi bagi pemimpin baru Kabupaten Jember.
Baca juga: Bupati Pasuruan Kukuhkan Tim PPPD, Beri Prespektif Lain Arahkan Perubahan Pasuruan
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari banyaknya warga yang berjejer di sepanjang rute perjalanan untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Setibanya di Masjid Jami Baitul Amin, Gus Fawait turun dari becak dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Ia menyalami para pendukung yang telah menunggu di depan Pendapa Wahyawibawagraha sebelum akhirnya naik ke podium untuk menyampaikan orasi politiknya.
Setelah memberikan pidato singkat di hadapan ratusan pendukungnya, Gus Fawait resmi menginjakkan kaki di Pendapa Bupati Jember untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai kepala daerah.
Baca juga: Hari Pertama Kerja, Mas Rusdi Langsung Pimpin Perbaikan Ruas Jalan Rusak
"Acara ini adalah doa bersama dalam menyambut Ramadan dan menjadi tanda awal kami memasuki pendapa. Kami datang ke Jember untuk bekerja," ujar Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmennya untuk menata efisiensi anggaran sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Efisiensi ini bukan berarti menghambat program. Ini hanya diterapkan pada kegiatan seremonial, perjalanan dinas, dan hal-hal lain yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat," jelasnya.
Gus Fawait memastikan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak akan mempengaruhi program pembangunan yang berkaitan dengan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan.
"Untuk sektor kesehatan, kami tengah menghitung anggaran agar layanan kesehatan di rumah sakit di Jember maupun fasilitas kesehatan lainnya di seluruh Indonesia dapat digratiskan," ungkapnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)
| Pemkab Jember Mulai Desain Kawasan Street Food di Jalan Kartini |
|
|---|
| Fatmawati Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Jember, Perempuan Kedua dalam Sejarah Pimpinan Dewan |
|
|---|
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/fawait-naik-becak.jpg)