Berita Pasuruan
Sosialisasi di Pasuruan, Misbakhun DPR RI Ingatkan Pentingnya Menjaga Empat Pilar Kebangsaan
Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI mengingatkan empat pilar kebangsaan ini sangat penting dan harus diturunkan ke generasi penerus bangsa
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI mengingatkan empat pilar kebangsaan ini sangat penting dan harus diturunkan ke generasi penerus bangsa.
Hal itu disampaikan Politisi Partai Golkar saat membuka Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan tema ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.
Sosialisasi ini digelar di Balai Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (23/4/2025). Acara ini diikuti ratusan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda.
Disampaikannya, empat pilar kebangsaan yang harus diketahui dan dipahami adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Generasi penerus bangsa harus tahu, karena ini sangat penting untuk memperkuat jati diri bangsa dan menjaga persatuan di tengah perbedaan,” paparnya.
Menurutnya apa yang diterima hari ini adalah warisan nenek moyang dulu. Maka, hari ini, mari bersama memberi warisan 4 pilar kebangsaan untuk generasi penerus bangsa.
“Apalagi, hari ini saya ketemu dengan pak Kades Randupitu yang masih muda, tapi sangat kreatif dan memiliki keinginan untuk membawa desanya maju,” terangnya.
Baca juga: Sebelum Meninggal, Kondisi Penjaga Gunung Lawu Legendaris Mbok Yem Memburuk
Dan itulah salah satu cita-cita para pendiri bangsa untuk membawa bangsa ini maju dan ketika maju bisa membuat masyarakatnya sejahtera.
“Di tengah perkembangan zaman sekarang, tantangannya adalah nilai-nilai kebangsaan yang hilang. Digitalisasi itu penting tapi jangan salah menggunakan,” ungkapnya.
Misbakhun menyebut, sosialisasi ini penting karena membantu masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pemahaman yang kuat terhadap pilar kebangsaan, masyarakat lebih tahan terhadap paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” jelasnya.
Dia juga menyebut, sosialisasi ini memperkuat persatuan dan kesatuan serta menjadi pengikat diantara keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.
Baca juga: Warga Curahdukuh Wadul ke Bupati Pasuruan, Cari Solusi Terkait Sengketa Lahan
Harapannya, masyarakat jadi lebih sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta menghormati hukum yang berlaku.
“Ini juga jadi cara jitu membangun generasi muda yang berkarakter. Anak muda dibekali fondasi kuat untuk menjadi penerus bangsa yang cinta tanah air,” imbuhnya.
Kepala Desa Randupitu M Fuad mengapresiasi acara sosialisasi ini. Harapannya, para peserta bisa menyerap informasi ini dengan baik.
“Saya akan selalu bersinergi dengan masyarakat untuk terus menjaga empat pilar kebangsaan agar nilai nilai positifnya tidak hilang,” tutupnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Kejari Pasuruan Tegaskan Tak Ada “Uang Pengamanan” dalam Kasus Korupsi Dana Hibah PKBM |
![]() |
---|
Pasuruan Siapkan Insinerator di Pandaan Kapasitas 26 Ton Sampah Harian |
![]() |
---|
Dinas BMBK Pasuruan Benahi Drainase di Prigen, Dukung Program Prioritas Perbaikan Infrastruktur |
![]() |
---|
Motor Hasil Penggelapan oleh Anak Punk di Pasuruan Terungkap Saat Razia Lalu Lintas |
![]() |
---|
Pramuka Pasuruan Apel Besar, Gus Shobih Ingatkan Pramuka Harus Jadi Gelombang, Bukan Gelembung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.