Senin, 27 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyuwangi jadi Pilot Project Gerakan Nasional Wisata Bersih Kementerian Pariwisata

Kementerian Pariwisata memilih Banyuwangi menjadi salah satu pilot project Gerakan Wisata Bersih bersama 16 daerah

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
BERSIH PANTAI - Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementtrian Pariwisata Hariyanto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat peluncuran GWB, di Pantai Grand Watudodol Banyuwangi, Selasa (17/6/2025). Kementerian Pariwisata memilih Banyuwangi menjadi salah satu pilot project Gerakan Wisata Bersih (GWB). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Kementerian Pariwisata memilih Banyuwangi menjadi salah satu pilot project Gerakan Wisata Bersih (GWB). 

Banyuwangi merupakan salah satu dari hanya 16 daerah di Indonesia yang didorong sebagai pilot project gerakan nasional ini. 

"Banyuwangi dipilih dan ditetapkan sebagai pilot project, sebagai percontohan 
dari hanya 16 daerah Indonesia oleh Kementerian Pariwisata," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto, saat peluncuran GWB, di Pantai Grand Watu Dodol Banyuwangi, Selasa (17/6/2025).

Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Turut hadir Asisten Deputi Bidang Energi, Sumber Daya Mineral dan Pariwisata Kementerian Sekretariat Negara Ida Dwi Nilasari, Kadis Pariwisata Pemprov Jatim Evy Afianasari dan Kadis Lingkungan Hidup jatim Nurkholis. 

Hadir pula Kapolresta Banyuwangi Rama Samtama Putra dan Danlanal Banyuwangi Kolonel Laut (P) Muhammad Puji.

Banyuwangi dipilih karena dinilai sukses membangun kolaborasi dalam memajukan pariwisata.

“Banyuwangi secara konsisten telah menjadi leading sector pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” imbuhnya

Baca juga: Tiga Dapur SPPG Mandiri Bondowoso Telah Terverifikasi BGN, Siap Diterapkan Tahun Ajaran Baru

Hariyanto mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas destinasi pariwisata dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) khususnya pada indikator health and hygiene dan environmental sustainability.

Indikator ini salah satu unsur penting yang menjadi daya saing pariwisata nasional dengan negara lain.

“Karenanya Kemenpar meluncurkan Gerakan Wisata Bersih untuk mendorong kesadaran semua pihak untuk menciptakan destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Hariyanto.

Hariyanto melanjutkan gerakan wisata bersih membutuhkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak.

Termasuk pemerintah, pelaku usaha wisata, asosiasi, serta komunitas lokal sebagai mitra strategis untuk memastikan keberlanjutan gerakan ini.

"Itu sebabnya kami pilih Banyuwangi karena kolaborasi seluruh stake holdernya sudah jalan. Apa yang telah dilakukan Banyuwangi ini menjadi contoh baik untuk direplikasi di daerah-daerah lain," katanya.

Dalam peluncuran tersebut ratusan warga dan pelajar membersihkan sampah di area Pantai Grand Watudodol. 

Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih Kemenpar telah memilih Banyuwangi untuk gerakan nasional ini.

Baca juga: Tiga Bulan Diluncurkan, Saluran Wadul Gus e Terima 3.252 Aduan Warga Jember

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved