Berita Pasuruan

Disperindag Luncurkan Inovasi “SIKAP SAE”, Dorong IKM Pasuruan Naik Kelas Lewat Digitalisasi

inovasi baru bertajuk Sahabat IKM Kabupaten Pasuruan Solutif, Aktif, dan Edukatif atau SIKAP SAE – Go Smart Go Digital.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
PELUNCURAN : Peluncuran inovasi SIKAP SAE untuk mendukug IKM naik kelas lewat digitalisasi. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meluncurkan inovasi baru bertajuk Sahabat IKM Kabupaten Pasuruan Solutif, Aktif, dan Edukatif atau SIKAP SAE – Go Smart Go Digital.

Program ini dirancang sebagai layanan terintegrasi berbasis digital untuk memperkuat ekosistem Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu menyampaikan, SIKAP SAE merupakan respons konkret atas tantangan IKM di tengah dinamika global dan derasnya arus digitalisasi.

Baca juga: Bupati Ipuk Siapkan "Banyuwangi Melayani" Layanan Publik yang Lebih Humanis dan Responsif

“IKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Tapi di tengah persaingan pasar yang makin ketat, mereka tidak bisa bertahan hanya dengan cara lama. Maka dari itu, SIKAP SAE hadir sebagai solusi nyata agar IKM kita bisa naik kelas dan siap bersaing, bahkan sampai pasar global,” katanya, Selasa (17/6/2025).

Inovasi ini mengusung lima pendekatan strategis. Pertama, pendataan IKM menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memetakan potensi dan persebaran IKM secara akurat di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Kedua, pelayanan jemput bola yang aktif mendekatkan layanan langsung ke pelaku usaha.

Baca juga: Adik Kandung Pembunuh Ayah Nangis di Pesawat

“Banyak pelaku IKM di desa-desa yang belum terjangkau layanan kami. Maka kami datangi langsung, bukan sekadar menunggu. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap pelaku usaha kecil,” jelas Diana.

Selanjutnya, Disperindag juga mendorong promosi dan pemasaran melalui berbagai platform digital, e-commerce, hingga marketplace.

Inovasi ini juga memanfaatkan studio podcast untuk menyiarkan promosi produk secara kreatif di kanal YouTube, Instagram, dan TikTok milik Disperindag.

Baca juga: Potensi Julio Cesar OTW Persib Bandung, Persentase Gabung Menguat, Bobotoh Siap Wilujeng Sumping?

Diana menambahkan, edukasi digital juga menjadi fokus penting dalam inovasi ini. Selain untuk meningkatkan literasi digital pelaku IKM, podcast juga akan menjadi media berbagi cerita inspiratif antar pelaku usaha.

“Kami ingin para pelaku IKM tidak hanya tahu caranya menjual, tapi juga paham membangun brand, memahami pasar, dan mengembangkan jejaring. Semua ini kita kemas dalam pendekatan digital yang menyenangkan,” imbuhnya.

Menurut data Disperindag, saat ini terdapat 28.544 pelaku IKM yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan, dengan sektor unggulan seperti makanan, minuman, kerajinan, tekstil, logam, dan furniture.

Baca juga: Potensi Julio Cesar OTW Persib Bandung, Persentase Gabung Menguat, Bobotoh Siap Wilujeng Sumping?

Jumlah ini terus meningkat, membuka peluang besar untuk pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Melalui SIKAP SAE, Diana berharap IKM Kabupaten Pasuruan tidak hanya berjaya di pasar lokal, tetapi juga mampu masuk ke business matching regional, nasional, hingga internasional.

“Dukungan penuh dari Pemkab menjadi kekuatan besar bagi kami. Transformasi digital adalah keniscayaan, dan kami ingin IKM Pasuruan jadi pelaku utama, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved