Anak Bunuh Ayah di Jember
Istri Almarhum Imam Syafii Sempat Lemas Dua Hari dan Belum Beraktivitas
Istri Almarhum Imam Syafii Sempat Lemas Dua Hari dan Belum Beraktivitas
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Rendy Nicko Ramandha
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Suasana duka di rumah almarhum Imam Syafii, yang meninggal dibunuh putranya sendiri, Iman Nurhakiki, di Desa/Kecamatan Umbulsari Jember, Jawa Timur pada Senin (16/6/2025), masih terasa.
Almiwati, Istri Imam Syafii, bersama kedua putranya, juga belum melakukan pekerjaan produktif. Sebab mereka harus menyiapkan selametan peringatan hari ke-6 kematian suami dan anak sulungnya, terhitung sejak 10 Juni 2025.
Nampak, beberapa piring dan juga perabotan rumah tangga lain dijemur di halaman depan rumah bercat kuning hajau tersebut. Selain itu, beberapa tetangga Imam Syafii juga ikut membantu memasak untuk jemaah tahlil yang akan mendoakan kematian korban dan tersangka pembunuhan tersebut.
Almiwati, mengaku sejak peristiwa yang menimpa keluarganya, dirinya belum bisa bekerja di warung karena mentalnya masih belum stabil.
"Di sisi lain juga sibuk masak besar untuk selametan, jadi belum ke warung sama sekali, kalau peringatan tujuh harinya masih besok (Selasa)," ujarnya.
Sementara Auladi Sholeh, adik kandung tersangka, mengungkapkan emosi ibunya sekarang mulai bisa tenang, ketimbang waktu awal pascakejadian. "Sebelumnya sempat lemas selama dua hari," tambah Auladi yang baru tiba di Jember pada Rabu (11/6/2025) malam bertepatan dengan meninggalnya tersangka di Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr Soebandi Jember.
Auladi melanjutkan untuk jemaah yang ikut tahlil peringatan kematian ayah dan kakaknya tersebut, setiap hari mencapai 50-60 orang."Termasuk yang ikut tahlil para pengangkat desa," paparnya.
Setelah ini, Auladi mengaku tidak akan kembali merantau di Batam, sebab ingin menemani masa tua ibunya di Kecamatan Umbulsari Jember. "Dan meneruskan pekerjaan bapak, sebagai ketua RW," imbuhnya.
Selama ini almarhum Imam Syafii memang menjabat sebagai ketua RW 23, Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember. Menurut Miswanto, adik kandung almarhum Imam Syafii, selama menjadi bagian dari struktur perangkat desa, almarhum bekerja tampa pamrih untuk mengayomi warga. "Tanpa iming-iming dari siapapun, kerja tanpa pamrih dan tidak pernah naik iuran dari warganya," kata Miswanto.
Selain itu, kata Miswanto, ketua RW tersebut juga melakukan pendataan penerima bantuan sosial tempat sasaran, sesuai yang dikirim dari pemerintah desa. "Jadi pas, bansos untuk warga ini ya diserahkan langsung yang bersangkutan. Beliau juga sangat rukun sama tetangga dan warganya," imbuhnya.
Sementara itu, Nurhasan, tetangga korban mengungkapkan almarhum Imam Syafii sangat profesional dalam menjalankan tugas ketua RW. "Kalau menangani warga, itu langsung turun ke lapangan. Ikut pasangan paving dan plengsengan ketika ada proyek desa," tambahnya.
Selain itu, lanjut dia, Imam Syafii juga tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), yang mengatur irigasi sawah kawasan Dusun Sumberejo Desa/Kecamatan Umbulsari. "Dan menjadi tukang kebun di sekolah SDN 04 Umbulsari Jember, semua murid di sekolah tersebut sangat suka sama pak Syafii karena tidak pernah marah sama anak-anak," ucap Hasan.
Mengingat, katanya, Imam Syafii dikenal sabar dan ramah terhadap masyarakat dan anak muda, karena cara berpikirnya masih sangat moderat. "Kalau bicara sama anak muda, mungkin cuma bilang tinggalkan yang buruk dan jalani yang baik itu saja," ucap Hasan.
Hasan pun tidak mengira, Ketua RW sebaik Imam Syafii harus tewas secara tragis, diujung sabit putranya sendiri bernama Iman Nurhakiki. "Padahal orangnya, tidak pernah memarahi anaknya setahu saja, tapi ya tidak tahu, mungkin sudah takdir," imbuhnya.
Dia mengungkapkan , Imam Syafii sudah pemperingatkan putranya tersebut agar sadar, saat melakukan membacok terhadapnya di rumahnya pada Selasa (10/6/2025) malam. "Pak Syafii bilang, saya ini bapakmu Kiki, lalu anaknya bilang saya sekarang buka Kiki pak, dan kemudian menganiaya istrinya," ucap Hasan. (Imam Nawawi)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Anak Bunuh Ayah di Jember
Iman Nurhakiki
Kabupaten Jember
Umbulsari
Imam Syafii
TribunJatimTimur.com
| Psikolog : Tersangka Pembunuh Ayah di Jember Pendam Emosi Mendalam |
|
|---|
| Farida Alami Trauma, Emosi Istri Almarhum Tersangka Pembunuh Ayah Kandung di Jember Masih Labil |
|
|---|
| Adik Kandung Pembunuh Ayah Nangis di Pesawat |
|
|---|
| Korban Selamat Tragedi Anak Bunuh Ayah di Jember, Harus Tanggung Biaya Rumah Sakit Rp 10 Juta |
|
|---|
| Pentakziah Terus Berdatangan di Rumah Duka Korban Anak Bunuh Ayah Kandung di Jember |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Almiawati-istri-almarhum-Imam-Syafii-saat-di-rumahnya-Dusun-Sumberejo-DesaKecamatan-Umbulsari.jpg)