Kamis, 16 April 2026

Berita Banyuwangi

Jatim Target Produksi 1,4 Juta Ton Gula Tahun Ini

Luas area panen tebu Jatim di tahun 2025 meningkat menjadi 252.135 hektare.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
WAPRES - Wapres Gibran saat panen dan dialog dengan petani tebu di panen tebu di Kebun Tebu Jolondoro di sekitar PT Industri Gula Glenmore (IGG), Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Senin (23/6/2025). Kunjungan ke kawasan pertanian tebu terkait program swasembada pangan yang menjadi program utama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran.  

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menargetkan peningkatan produktivitas gula di tahun 2025. Tak tanggung-tanggung target dan proyeksi produksi gula Jatim di tahun 2025 dipatok akan menghasilkan 1.457.900 ton.

Baca juga: Pasca PSU, Bupati dan Wakil Bupati Magetan Ikuti Retret Gelombang II

Luas area panen tebu Jatim di tahun 2025 meningkat menjadi 252.135 hektare. Dari luasan itu, diproyeksi jumlah tebu yang digiling di tahun 2025 adalah 18.777.409 ton dengan rendemen sebesar 7,76 persen.

“Dengan begitu di tahun 2025 ini produksi gula Jawa Timur diperkirakan akan menembus angka 1.457.900 ton. Meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya,” tegas Khofifah, usai mendampingi Wakil Presiden RI Gibran RakabumingI  panen dan tanam tebu di Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, Senin (23/6/2025). 

Ia menyebutkan, selain padi, salah satu kekuatan terbesar Jatim sebagai lumbung pangan nasional memang adalah komoditas tebu. 

Data tahun 2024 menunjukan, produksi tebu di Jatim yang digiling di pabrik gula mencapai 16,69 juta ton dari total 238.135,6 hektare lahan tebu. 

Dari jumlah tersebut, dihasilkan 1.278.923 ton gula kristal putih dengan rata-rata rendemen 7,58 persen. Sementara produksi gula nasional di tahun 2024 adalah sebanyak 2.465.514 ton. 

Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2024, pabrik-pabrik di Jatim menyumbang 51,87 persen dari total produksi gula nasional.

“Angka ini menempatkan Jatim sebagai sentra produksi gula terbesar di Indonesia,” tegasnya.

Sedangkan untuk kebutuhan gula Jawa Timur per tahun mencapai 281.397 ton. Yang artinya Jatim surplus gula sebesar 997.526.

Tingginya produktivitas gula juga ditopang oleh banyaknya pabrik gula di Jatim. Saat ini, ada 29 pabrik gula yang tersebar di 16 kabupaten/kota, antara lain Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Malang, Kediri, Madiun, Tulungagung, dan Sidoarjo.

Baca juga: Pasca PSU, Bupati dan Wakil Bupati Magetan Ikuti Retret Gelombang II

Untuk memperkuat sektor ini, Pemprov Jatim mendorong berbagai kebijakan strategis. Mulai dari pemberian permodalan dan insentif kepada petani, hingga pengembangan infrastruktur pertanian berbasis teknologi.

Khusus permodalan, Pemprov Jatim melaui Bank Jatim dan Dirut SGN  sebelumnya telah melaunching Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) Kluster Petani Tebu Jatim dengan suku bunga tetap 6 persen. 

Program ini ditujukan untuk memfasilitasi peremajaan kebun (> 25 tahun) dan adopsi varietas unggul yang berpotensi menaikkan rendemen gula per ton tebu dari rata-rata 7 persen menjadi 8–9 persen. 

“Jatim adalah penghasil gula tertinggi di Indonesia. Maka KURsus ini adalah wujud nyata upaya kita untuk memperjuangkan kesejahteraan petani tebu. Kita ingin petani tebu naik kelas, dari buruh ladang menjadi pengusaha pangan yang tangguh dan bermartabat,” katanya.

Baca juga: Tutup Program Pelatihan MUA, Disnaker Kabupaten Blitar Berharap dapat Buka Lapangan Kerja

Tak hanya berhenti pada permodalan, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas tebu. Menurutnya, hilirisasi akan mendukung diversifikasi produk turunan, salah satunya bioetanol.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved