Digitalisasi Bansos Nasional
Banyuwangi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Pendaftaran Online Dinilai Lebih Tepat Sasaran
Banyuwangi telah uji coba digitalisasi bansos. Sistem pendaftaran online dinilai lebih transparan, mudah diakses, dan tepat sasaran.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Lewat agen perlinsos. Di Banyuwangi, terdapat sekitar 500 agen yang berasal dari pendamping PKH, TKSK, dan operator desa/kelurahan.
Tubagus Nugraha, Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional, menjelaskan bahwa setelah uji coba tahap awal, pendaftaran penuh akan dibuka mulai Oktober 2025.
Baca juga: Fish Bank Indonesia : Menjaga Laut dan Memberdayakan Nelayan di Kabupaten Banyuwangi
"Data pendaftar akan diverifikasi berdasarkan kriteria program bansos. Hasilnya bisa dilihat langsung di portal, lengkap dengan alasan kelayakan. Jika keberatan, warga bisa mengajukan sanggahan," paparnya.
Hasil digitalisasi bansos di Banyuwangi akan digunakan sebagai dasar penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada tahun 2026. Untuk tahun 2025, pemerintah masih menggunakan mekanisme lama.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Uji-coba-digitalisasi-bansos-di-Desa-Kemiren.jpg)