Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Mensos dan Luhut Nikmati Kopi Gombengsari Banyuwangi: Kopinya Mantap

Mensos Saifullah Yusuf dan Luhut Panjaitan nikmati kopi Gombengsari Banyuwangi, bahas riset dan potensi laboratorium kopi.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
KOPI GOMBENGSARI: Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan, saat menjajal kopi Gombengsari di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Mereka dan 20 perwakulan kementerian/lembaga meninjau progres piloting digitalisasi bansos nasional di Banyuwangi, Kamis (2/10/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Kamis (2/10/2025). Kunjungan ini bagian dari agenda peninjauan progres piloting digitalisasi bantuan sosial nasional.

Di sela kegiatan, keduanya menyempatkan diri singgah ke Kampung Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. 

Desa ini dikenal sebagai sentra penghasil kopi robusta dan kopi lanang yang sudah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Ditemani Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Gus Ipul dan Luhut duduk santai menikmati secangkir kopi robusta khas Gombengsari.

“Kopinya mantap,” ujar Luhut sambil menyeruput kopi lanang robusta Gombengsari.

Baca juga: Para Menteri dan 20 Lembaga Negara Datang ke Banyuwangi, Bahas Progres Digitalisasi Bansos  

Selain menikmati kopi, rombongan juga melihat langsung proses pengolahan kopi tradisional yang masih dilakukan petani setempat. 

Proses tersebut mulai dari penyangraian biji, penumbukan, hingga pengayakan untuk menghasilkan bubuk kopi halus siap seduh.

Tidak hanya itu, Gus Ipul dan Luhut juga meninjau produk kopi UMKM Banyuwangi yang dikemas modern dan siap bersaing di pasar.

“Brandingnya sudah bagus,” kata Gus Ipul.

Baca juga: Okupansi Tinggi Wings Air Tambah Jadwal Penerbangan Surabaya–Banyuwangi jadi 3 Kali Seminggu

Luhut menambahkan, ekosistem kopi di Banyuwangi sudah terbentuk dengan baik sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Mantan Menko Marvest itu bahkan menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan riset sekaligus membangun laboratorium pengembangan kopi di Banyuwangi.

“Di sini ekosistemnya sudah terbentuk, ini yang sangat penting. Kita akan coba riset kopi di sini, juga rencana membangun laboratorium pengembangan kopi di Banyuwangi,” jelas Luhut.

Baca juga: Kisah Air Mata Ibu Tunanetra dan Tulang Punggung Keluarga di Sekolah Rakyat Banyuwangi

Potensi Kopi Rakyat di Gombengsari

Bupati Ipuk menjelaskan Gombengsari memiliki luas kebun kopi rakyat sekitar 600 hektare. Ekosistem pertanian di kawasan ini juga terintegrasi dengan peternakan, sehingga lebih berkelanjutan.

“Dari hulu ke hilirnya sudah tertata. Dari peternakan, kotorannya diolah menjadi pupuk. Pupuk organik itu menyuburkan tanaman kopi mereka,” ungkap Ipuk.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gombengsari, Haryono, menambahkan bahwa produktivitas kopi di desanya mencapai 1–2 ton per hektare. Dukungan pemerintah juga meningkatkan nilai jual kopi.

Baca juga: Sekolah Rakyat Bertambah di Banyuwangi, Fasilitas Lengkap untuk Anak Kurang Mampu

“Dulu harga kopi hanya Rp 18 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Sekarang harga kopi jauh lebih baik, di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Petani yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) kini lebih sejahtera,” jelas Haryono.

Tak jauh dari kebun kopi, rombongan juga mengunjungi peternakan kambing perah milik kelompok ternak setempat. Gus Ipul dan Luhut bahkan berkesempatan mencicipi susu segar hasil produksi warga.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved