Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Minimalisir Dampak, Pemkab Banyuwangi Rutin Latih Warga Tanggap Bencana

Banyuwangi rutin gelar pelatihan tanggap bencana untuk warga guna mengurangi risiko saat cuaca ekstrem.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
TANGGAP BENCANA - Pelatihan tanggap bencana yang digelar dalam simulasi penanganan bencana Tagana Sapa Kampung (Tasmak) di Desa Tamansari, Kecamatan Licin dalam agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Senin (8/12/2025). Dalam simulasi itu, puluhan warga yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, perangkat desa, PKK, hingga linmas terlibat dalam rangkaian pelatihan kebencanaan. 

Ringkasan Berita:
  • Banyuwangi rutin memberikan pelatihan tanggap bencana kepada masyarakat untuk menghadapi cuaca ekstrem.
  • Pelatihan melibatkan BPBD, Tagana, Dinsos PPKB, dan Damkarmat.
  • Warga dilatih menghadapi kebakaran, angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor, dan membuat dapur umum.
  • Bupati Ipuk menekankan pentingnya mitigasi karena Banyuwangi termasuk daerah rawan bencana.
  • Tagana menyebut pelatihan dilakukan rutin di lebih dari 12 lokasi sepanjang 2025.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama saat musim penghujan dan cuaca ekstrem

Dengan kontur wilayah pegunungan dan garis pantai yang panjang membuat Banyuwangi masuk kategori kawasan rawan bencana.

Upaya peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui pelatihan rutin oleh BPBD Banyuwangi, Tagana, Dinsos PPKB, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).

Salah satu kegiatan terbaru berlangsung dalam simulasi penanganan bencana Tagana Sapa Kampung (Tasmak) di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, bertepatan dengan agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Senin (8/12/2025).

Puluhan warga dari berbagai unsur mulai dari ibu rumah tangga, anak-anak, perangkat desa, PKK, hingga linmas, mengikuti rangkaian simulasi yang meliputi penanganan kebakaran, penyelamatan saat angin puting beliung dan gempa bumi, mitigasi tanah longsor, hingga pembuatan dapur umum.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan pentingnya pelatihan tersebut mengingat besarnya potensi bencana di daerah tersebut.

Baca juga: DBL Indonesia Luncurkan Assist for Sumatra, Gandeng KitaBisa.com untuk Bantu Bencana Sumatra

“Simulasi seperti ini penting agar masyarakat bisa tanggap ketika terjadi bencana.

Sebagian besar wilayah Banyuwangi adalah rawan bencana, bukan hanya bencana alam tapi juga kebakaran dan lainnya,” ujarnya.

Apalagi Ipuk menambahkanDesa Tamansari yang berada di lereng Ijen menjadi salah satu wilayah prioritas.

“Kami latih agar warga memahami langkah mitigasi. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka dapat bertindak tepat saat bencana terjadi,” katanya.

Dia mencontohkan kemampuan dasar yang diberikan kepada warga, seperti teknik memadamkan api menggunakan kain basah.

Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Erupsi Semeru Berakhir, Bupati Lumajang Puji Peran Besar Relawan

“Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, diharapkan warga tidak panik dan bisa mengambil langkah yang tepat,” tambahnya.

Edukasi Berbasis Masyarakat

Koordinator Tagana Banyuwangi, Dedy Utomo, menjelaskan pelatihan ini merupakan bentuk edukasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

“Ketika bencana terjadi, lingkungan terdekat adalah yang pertama tahu. Karena itu kami ingin masyarakat memiliki kemandirian dalam penanggulangan bencana,” ujar Dedy.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved