Kualitas Menu dan Sarana Tak Standar, BGN Tangguhkan 3 SPPG di Banyuwangi
BGN tangguhkan 3 SPPG di Banyuwangi karena mutu menu, alur proses, dan sarpras belum sesuai standar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- BGN menangguhkan 3 SPPG di Banyuwangi.
- Penyebabnya mutu menu, alur proses, dan sarpras belum sesuai standar.
- Pengelola diminta melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
- Dinkes mengumpulkan 109 SPPG untuk penguatan SOP.
- Fokus perbaikan pada manajemen dapur, distribusi, higienitas, dan kualitas menu.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banyuwangi ditangguhkan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah aspek yang dinilai belum memenuhi standar.
Tiga SPPG yang terdampak yakni SPPG Pesanggaran Sumberagung, SPPG Giri Boyolangu, dan SPPG Cluring.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan penangguhan dilakukan berdasarkan penetapan resmi dari BGN.
“Di-suspend sejak diterbitkannya penetapan dari BGN,” kata Amir, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Bupati Ipuk Geber Beasiswa “Banyuwangi Progresif”, Prioritas Dokter Spesialis dan Jurusan Kesehatan
Kualitas hingga Sarana
Menurut Amir, keputusan penangguhan dipicu beberapa faktor, mulai dari kualitas menu, alur proses pelayanan, hingga sarana dan prasarana yang belum sesuai standar.
Selama masa penangguhan, pihak pengelola SPPG, yayasan, dan mitra BGN diminta melakukan evaluasi menyeluruh serta melengkapi berbagai catatan yang telah ditetapkan.
“Sarana-prasarana harus dilengkapi, alur diperbaiki, kualitas dan menu ditingkatkan, serta higienitas dalam proses harus dipastikan berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Baca juga: Menteri KKP Tinjau KNMP Banyuwangi, Kampung Nelayan Modern Bergaya Osing
109 SPPG Dikumpulkan
Pasca penangguhan tiga unit tersebut, Dinas Kesehatan Banyuwangi langsung mengumpulkan seluruh SPPG yang beroperasi di wilayahnya. Saat ini terdapat 109 SPPG aktif di Banyuwangi.
“Semuanya sudah kami kumpulkan, termasuk pihak yayasan dan mitra BGN, untuk memastikan bahwa tiga SPPG yang di-suspend ini menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak mengalami hal yang sama,” ujar Amir.
Baca juga: Pelajar 16 Tahun Tewas Kecelakaan di Jalan Gajah Mada Banyuwangi
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin menjadi perhatian utama, di antaranya manajemen dapur, mekanisme distribusi, standar higienitas, serta kualitas menu yang disajikan.
“Hal-hal ini kemarin sudah kami ingatkan kembali secara detail, kami tekankan ulang, memastikan SOP dijalankan, serta memastikan seluruh peralatan dan proses mengikuti ketentuan yang berlaku,” ungkap Amir.
Dinas Kesehatan berharap evaluasi ini dapat memperkuat standar operasional seluruh SPPG agar layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/DITANGGUHKAN-SPPG-Giri-Boyolangu.jpg)