Senin, 27 April 2026

Berita Bondowoso

Puluhan Warga Binaan Lapas Bondowoso Diajari Membatik

Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas klas II B Bondowoso diajari membatik motif khas Bondowoso seperti daun singkong, blue fire dan kopi.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
MEMBATIK: Para WBP Lapas Klas II B Bondowoso saat belajar teknik batik cap oleh House Of Ijen Batik dan Balai Latihan Kerja (BLK) Bondowoso pada Kamis (30/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas klas II B Bondowoso diajari membatik motif khas Bondowoso
  • Pelatihan diberikan selama 10 hari oleh House of Ijen Batik Bondowoso bersama Balai Latihan Kerja (BLK).
  • Hasil batik dari akan dipasarkan dan hasil penjualannya dikembalikan pada para peserta yang terlibat dalam proses pembatikan.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas klas II B Bondowoso diajari membatik motif khas Bondowoso seperti daun singkong, blue fire dan kopi, Kamis (30/10/2025).

Pelatihan diberikan selama 10 hari oleh House of Ijen Batik Bondowoso, yang berkolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Owner House Of Ijen Batik, Andre, yang menjadi instruktur pelatihan, mengatakan  para WBP diajarkan membatik dengan teknik batik cap. Yaitu, metode membatik menggunakan alat bernama stem batik.

Dia menyebut pemilihan teknik ini karena prosesnya dinilai lebih mudah, dan harganya lebih terjangkau.

Baca juga: Lapas Bondowoso Panen Sawi Hidroponik, Hasilkan 45 Kg untuk Program MBG

“Harapannya, setelah keluar dari lapas, para WBP bisa melanjutkan usaha batik ini,” katanya dikonfirmasi Senin (3/11/2025).

Pelatihan ini merupakan kali ke dua dilakukan. Dan Para WBP selalu mengikuti dengan antusias.

“Alhamdulillah mereka cukup antusias dan cepat tanggap dalam belajar. Karena batik cap lebih mudah, jadi proses pembelajarannya juga lebih cepat,” ungkapnya.

Baca juga: Cegah Penularan, 419 Warga Binaan Lapas Bondowoso Jalani Skrining TBC

Kasi Binadik Giatja Lapas Bondowoso, Mamatrono, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali para WBP dengan keterampilan, sehingga setelah bebas mereka bisa mandiri. 

"Kalau mereka punya keterampilan, bisa punya penghasilan halal dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

Hasil batik dari para WBP akan dipasarkan dan hasil penjualannya dikembalikan kepada para peserta yang terlibat dalam proses pembatikan.

Selama ini Lapas membekali pra WBP dengan berbagai keterampilan. Seperti pertanian hidroponik dan pengelasan.

“Mereka harus dibina di sini, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian seperti yang saat ini kita laksanakan,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved