Jumat, 10 April 2026

Wali Murid Keluhkan Menu MBG Ramadan di Bondowoso, Sangat Ala Kadarnya

Wali murid di Bondowoso keluhkan kualitas menu MBG Ramadan. SPPG laporkan ke BGN dan janji evaluasi distribusi.

|
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
ist/Wali Murid
MBG - Menu keringan makan bergizi gratis yang dikeluhkan wali siswa di Bondowoso pada saat masa sekolah ramadan 1447 hijriah atau 2026. Kini menu-menu keringan yang dikeluhkan wali siswa beredar di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Wali murid di Bondowoso keluhkan kualitas dan pengemasan menu MBG Ramadan.
  • Menu dinilai kurang layak, buah asam, tanpa susu, dan dibungkus plastik kresek.
  • SPPG mengaku telah melaporkan temuan ke Badan Gizi Nasional.
  • Anggaran per porsi Rp 8.000 - Rp 10.000 sesuai kategori penerima.
  • SPPG janji evaluasi distribusi dan mutu menu.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah sekolah di Bondowoso menuai sorotan dari wali murid. Mereka menilai kualitas menu makanan kering yang dibagikan kepada siswa ala kadarnya.

Keluhan mencakup kondisi buah yang dinilai asam dan hampir layu, tidak adanya susu dalam paket, hingga pengemasan yang hanya menggunakan plastik kresek tanpa wadah tambahan.

Baca juga: Wajib Menyetujui Formulir Larangan Posting Terkait MBG, Wali Murid di Probolinggo Protes

Kurang Layak

Salah satu wali murid di SDN Dabasah 3 Bondowoso berinisial AI mengungkapkan, paket makanan yang diterima anaknya pada 23 Februari 2026 berisi dua pisang kecil yang hampir layu, tiga butir kurma, sekitar 10 biji kedelai dalam plastik klip, dan satu potong roti.

“Kami sebagai orang tua merasa miris melihatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

AI menilai tujuan pemerintah melalui program MBG sudah baik. Namun, menurutnya, pengawasan dari dinas terkait dalam hal distribusi dan mutu makanan perlu diperketat. Ia juga menyebut ada wali murid lain yang mengeluh tetapi enggan menyampaikan secara terbuka.

“Jika tujuannya menciptakan Generasi Emas, tapi mutunya begini, yang lahir bukan emas, perak, atau perunggu, bisa jadi malah generasi besi tua,” ucapnya.

Baca juga: Satgas Selidiki Dugaan Keracunan Siswa SMPN 1 Umbulsari Usai Konsumsi MBG

Keluhan serupa disampaikan VG, wali murid di SMKN 1 Bondowoso. Ia menyayangkan paket makanan anaknya dibungkus plastik kresek putih.

“Isinya jeruk hijau kecil yang kecut, selembar keju, sepotong roti tawar, dan kacang hijau di plastik klip. Seperti mau ke pasar saja pakai kresek begini,” katanya.

MR, wali murid di Kecamatan Wringin, mengaku kecewa dengan kualitas menu. Meski demikian, ia tidak sepakat jika dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup.

“Kualitas MBG-nya saja yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa

Sudah Dilaporkan ke BGN

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan meneruskannya ke Badan Gizi Nasional (BGN).

“SPPG ini sudah kami laporkan ke BGN pusat sebagai laporan khusus apabila ada hal-hal yang kurang baik,” jelas Mila.

Ia memaparkan, anggaran per porsi MBG berbeda berdasarkan kategori penerima. Untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, anggaran sebesar Rp 8.000 per porsi (porsi kecil). Sedangkan untuk kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebesar Rp 10.000 per porsi (porsi besar). Perbedaan tersebut dihitung berdasarkan standar gramasi oleh ahli gizi.

Terkait pengemasan menggunakan plastik kresek, Mila menegaskan distribusi seharusnya menggunakan totebag.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved