Jumat, 12 Juni 2026

Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso

Antrean terjadi di sejumlah SPBU Bondowoso, efek informasi BBM hanya cukup untuk 26 hari akibat perang.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sinca Ari Pangistu
ANTRE- Antrean BBM terpantau terjadi di SPBU Kembang, Kecamatan Bondowoso, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Antrean ini ditengarai terjadi akibat fenomena panic buying menyusul beredarnya informasi bahwa stok BBM Indonesia hanya tersedia untuk 26 hari. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan untuk membeli Pertalite dan Pertamax terjadi di sejumlah SPBU di Bondowoso.
  • Penjualan Pertalite di SPBU Kembang meningkat dari 13 ton menjadi 21 ton per hari.
  • Kekhawatiran masyarakat akibat informasi viral diduga memicu lonjakan pembelian BBM.
  • Warga mengusulkan pembatasan pengisian jeriken untuk mencegah panic buying.
  • Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Jatimbalinus aman hingga Ramadan dan Idulfitri.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso -  Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bondowoso, Jumat (6/3/2026). Antrean ini buntut dari viralnya informasi BBM di Indonesia hanya cukup untuk 26 hari, akibat eskalasi perang di Timur Tengah.

Salah satu antrean terlihat di SPBU Kembang, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Pada sekitar pukul 09.04 WIB, antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite dan Pertamax memanjang hingga kurang lebih 30 meter.

Pengawas SPBU Kembang, Adista Prabudi, mengatakan peningkatan pembelian mulai terjadi sejak sore hari sebelumnya.

Ia menjelaskan, penjualan Pertalite yang biasanya berkisar 13 ton per hari melonjak menjadi sekitar 21 ton sejak Kamis (5/3/2026) pukul 06.00 WIB hingga Jumat pagi.

Hal serupa juga terjadi pada penjualan Pertamax.

Baca juga: Mahasiswa Demo di Pemkab Bondowoso, Soroti Belanja Pegawai 48 Persen, Infrastruktur Hanya 6 Persen

"Peningkatan terjadi pada jenis Pertalite dan Pertamax. Kalau Solar aman, Pertadex juga aman," ujar Adista.

Menurutnya, kondisi ini cukup berbeda dari biasanya. SPBU Kembang umumnya relatif sepi karena akses lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu akibat jembatan ambles yang membuat jalur tersebut ditutup total.

Namun sejak sehari terakhir, antrean kendaraan justru mulai terlihat.

Meski terjadi lonjakan pembelian, pihak SPBU memastikan ketersediaan BBM masih aman. Distribusi pasokan dari depot tetap berjalan normal.

Setiap hari, SPBU Kembang menerima pasokan sekitar 16 ribu liter Pertalite. Sementara itu, Pertamax disuplai sekitar 1.500 liter sesuai kebutuhan, dan Bio Solar sekitar 8 kiloliter.

Baca juga: Warga dan Relawan di Bondowoso Patungan Tambal Jalan Berlubang

Sejumlah warga menduga lonjakan pembelian BBM dipicu oleh kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi di media sosial.

Anggi, warga Kecamatan Bondowoso, mengatakan beberapa rekannya mengunggah status tentang antrean panjang di SPBU Tamansari.

Menurutnya, sebagian masyarakat khawatir terhadap informasi viral yang menyebut stok BBM nasional hanya tersisa 26 hari akibat konflik global.

"Di Jember informasinya sudah panic buying juga. Kalau benar panic buying lagi, bakal mahal lagi ini di eceran toko," ungkapnya.

Baca juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Bataan Bondowoso, Air Capai 50 Cm

Pembatasan Pengisian BBM

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved