Jumat, 8 Mei 2026

MBG Bondowoso

BGN Suspend Puluhan Dapur MBG di Bondowoso karena Tak Penuhi Standar

BGN menyuspend sejumlah dapur MBG di Bondowoso karena belum memenuhi standar SLHS, IPAL, dan mess. 

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangestu
MAKAN BERGIZI: -Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Komandan Kodim 0822 Letkol Arh Achmad Yani saat meninjau makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Pujer, Bondowoso, Jawa Timur, pada Rabu (6/8/2025). 

Ringkasan Berita:
  • BGN menyuspend puluhan dapur SPPG di Bondowoso sejak 10 Maret 2026.
  • Saat ini tersisa 10 dapur yang masih berstatus suspend.
  • Penyebabnya karena belum memenuhi standar SLHS, IPAL, dan mess bagi staf.
  • Dapur yang disuspend tidak boleh menyalurkan program MBG kepada siswa.
  • Pemkab berharap perbaikan selesai sebelum kegiatan sekolah kembali normal pasca Lebaran.

 
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Badan Gizi Nasional (BGN) menyuspend sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso karena belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

Berdasarkan data pada 10 Maret 2026, awalnya terdapat puluhan dapur SPPG yang mendapat sanksi suspend. Namun, berdasarkan pembaruan terbaru, kini tersisa 10 dapur yang masih berstatus suspend.

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, mengatakan sanksi tersebut diberikan karena beberapa dapur belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BGN.

Baca juga: Lapas Bondowoso Usulkan Remisi Idulfitri bagi 264 Warga Binaan

Belum Standar

Mila menjelaskan SPPG diwajibkan memenuhi sejumlah standar operasional sebelum dapat menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Standar tersebut antara lain meliputi:

  • Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
  • Mess atau tempat tinggal bagi kepala SPPG dan staf

“IPAL, mess untuk beberapa kepala dan stafnya, dan beberapa standar lain,” jelas Mila.

Tidak Boleh Beroperasi Hingga Standar Terpenuhi
Menurut Mila, dapur yang disuspend tidak diperbolehkan beroperasi hingga seluruh persyaratan yang diminta BGN dipenuhi. Setelah itu, pengelola dapat mengajukan permohonan pencabutan status suspend.

“Sampai mereka selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: MBG dan Cabai Jadi Penyebab Inflasi Jember Tertinggi di Jawa Timur

Selama masa suspend, dapur tersebut tidak dapat menyalurkan makanan program MBG kepada para siswa. Namun, dapur yang sebelumnya telah memesan bahan pangan masih diperbolehkan menyalurkan MBG hingga pekan ini.

Didorong Selesai Sebelum Sekolah Aktif Usai Lebaran
Mila berharap pengelola dapur SPPG segera melakukan perbaikan agar program MBG dapat kembali berjalan normal setelah libur Lebaran berakhir.

Menurutnya, saat ini aktivitas juga relatif berkurang karena masa libur.

“Kalau untuk relawan sendiri ada mekanismenya sendiri. Tapi kembali dari kebijakan, maksud relawan itu dari yayasan. Kita juga lagi libur Lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian dapur sebenarnya sudah memiliki IPAL, namun kapasitasnya dinilai belum memadai sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika limbah tidak dikelola dengan baik.

“Semoga SPPG-nya berjalan baik perbaikannya. Sehingga masuk awal pasca Lebaran nanti tetap mendapatkan MBG,” tambahnya.

 


Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved