Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Jember

Manfaatkan Laptop Chromebook Zaman Nadiem Makarim, SDN di Jember Terapkan Kelas Digital

SDN Banjarsengon 02 Jember menerapkan kelas digital dengan memanfaatkan Chromebook dan LMS, untuk tingkatkan pembelajaran interaktif.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
KELAS DIGITAL: Aktifitas belajar siswa SDN Banjarsengon 02 Kecamatan Patrang Jember, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025). Para siswa ini memanfaatkan laptop chromebook untuk kelas digital. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Laptop Chromebook hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) zaman Menteri Nadiem Anwar Makarim tahun 2022, dimanfaatkan dengan baik di SDN Banjarsengon 02 Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur.

Dengan Chromebook yang kini tengah diusut Kejaksaan Agung (Kejagung) dan membuat Nadiem Makarim menjadi tersangka itu, siswa di sekolah ini menerapkan sistem kelas digital. 

Awal dihibahkan laptop ini sempat ditumpuk di lemari karena kurang digunakan secara optimal. Namun sejak 2024 dengan kelas digital, Chromebook ini mulai dimaksimalkan.

Baca juga: Dampak Gempa Sumenep, Terdapat Lima Bangunan di Jember Rusak 

Kepala SDN Banjarsengon 02, Guntur Bayu Wibisono, menjelaskan penggunaan Chromebook dilakukan agar siswa terbiasa dengan pembelajaran berbasis teknologi.

“Awalnya laptop Chromebook yang hanya menumpuk di lemari. Saya pikir kalau tidak digunakan lama-lama akan rusak. Maka kami sepakat menjadikannya sebagai sarana kelas digital,” ujar Guntur.

Dalam sistem pembelajaran kelas digital ini, siswa menggunakan Chromebook untuk berbagai aktivitas belajar, mulai dari membuat video presentasi hingga mengakses materi pembelajaran digital. 

Sementara guru memanfaatkan Learning Management System (LMS) untuk mengelola kelas. Setiap siswa memiliki ID card khusus dengan barcode yang terhubung ke aplikasi LMS.

Baca juga: Polres Jember Ungkap Sindikat Curanmor,  3 Tersangka Ditangkap dan 23 Motor Diamankan

Guru cukup scan barcode tersebut melalui smartphone untuk melakukan absensi siswa secara otomatis.

Setiap siswa juga memiliki akun belajar khusus. Guru bisa mengunggah materi, bab pelajaran, hingga tugas dengan tenggat waktu yang lebih jelas. Bahkan dengan model pembelajaran ini orang tua juga dapat memantau perkembangan belajar anak secara langsung melalui sistem tersebut.

“Kami ingin membangun komunikasi online dengan orang tua. Dengan begitu, mereka bisa ikut memantau progres belajar anak saat di rumah,” kata Guntur.

Baca juga: Mengaku Paranormal Pria Asal Lampung Tipu Warga Jember Hingga Ratusan Juta

Kolaborasi Belajar Lintas Sekolah

Tidak hanya untuk pembelajaran internal, kelas digital ini juga memungkinkan siswa terhubung dengan sekolah lain di daerah berbeda.

“Kami sudah terhubung dengan SD di Situbondo dan Pasuruan. Siswa bisa belajar hybrid, berdiskusi online, dan membahas persoalan bersama,” jelasnya.

SDN Banjarsengon 02 memiliki 15 unit Chromebook dan 7 komputer untuk mendukung pembelajaran digital. Sebagian siswa juga menggunakan laptop pribadi dan smartphone.

Beberapa aplikasi gratis seperti Google Sites, Canva, dan Google Docs menjadi andalan guru maupun siswa dalam menunjang pembelajaran digital.

Namun kata Guntur tantangan utamanya adalaj jaringan internet.

Baca juga: 5 SPPG di Jember Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Tetap Boleh Layani MBG

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved