Selasa, 19 Mei 2026

Banjir Jember

Banjir Rendam 21 Titik di Jember, 1.271 Keluarga Terdampak 

Hujan lebat memicu banjir di 21 titik Jember akibat luapan enam sungai. Sebanyak 1.271 KK terdampak, BPBD evakuasi dan siaga bencana.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
BANJIR: Warga Perumahan Vila Indah Tegalbesar Jember bersihkan material sisa banjir akibat luapan Sungai Bedadung, Selasa (16/12/2025). Ada 1271 Kepala Keluarga terdampak bencana banjir akibat luapan enam sungai di Jember. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat memicu banjir di 21 titik di Kabupaten Jember
  • Luapan terjadi di enam sungai utama
  • 1.271 KK terdampak, termasuk lansia, balita, dan ibu hamil
  • Dua jembatan rusak akibat terjangan banjir
  • BPBD bersama TNI/Polri lakukan evakuasi, pembersihan, dan distribusi bantuan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Senin malam (15/12/2025) sekitar pukul 19.00 WIB, menyebabkan banjir di puluhan titik permukiman warga.

Banjir dipicu meluapnya enam aliran sungai, yakni Kali Jompo, Sungai Rembangan, Sungai Mayang, Sungai Gila, Sungai Bedadung, dan Sungai Dinoyo. Air sungai yang meningkat cepat menggenangi rumah-rumah warga di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, terdapat 21 titik lokasi banjir yang tersebar di 16 desa dan kelurahan pada enam kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan banjir berdampak pada ribuan warga.

Baca juga: Imigrasi Jember Dukung Operasi Wirawaspada 2025 untuk Perketat Pengawasan Orang Asing

“Ada 1.271 kepala keluarga, termasuk 16 lansia, 10 balita, dan 1 ibu hamil yang terdampak banjir luapan air sungai. Seluruhnya telah kami lakukan evakuasi,” ujar Wahyudi, Selasa (16/12/2025).

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak infrastruktur. Material bambu yang terbawa arus sungai menyebabkan jembatan penghubung dua dusun di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, mengalami kerusakan.

“Jembatan di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, juga rusak akibat terjangan banjir luapan sungai,” tambahnya.

BPBD Jember bersama TNI dan Polri segera melakukan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material sisa banjir hingga penyaluran bantuan logistik bagi para penyintas.

Baca juga: Usai Jalani Sidang Putusan, 7 Demonstran Jember Disambut Mahasiswa

“Pagi hari tim juga menurunkan alat penyedot air untuk membersihkan genangan dan lumpur, termasuk lumpur yang masuk ke sumur rumah warga,” jelas Wahyudi.

Warga Mengungsi

Sebagian warga terdampak memilih mengungsi secara situasional di rumah tetangga, musala, kantor kelurahan, hingga tenda darurat yang disiapkan BPBD.

“Pengungsian bersifat fleksibel. Ada yang cukup di rumah tetangga, ada juga yang membutuhkan tenda,” paparnya.

Baca juga: Demo Mahasiswa Iringi Sidang Vonis Terdakwa Aksi Agustus 2025 di PN Jember

BPBD Jember terus memperbarui data korban untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

“Pendataan terus kami perbarui agar seluruh warga terdampak bisa tertangani,” imbuhnya.

Meski kondisi banjir dilaporkan mulai surut, BPBD Jember tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

“Kami tetap siaga di wilayah rawan, termasuk daerah perbukitan dan sepanjang aliran sungai,” tambah Wahyudi.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved