Kamis, 11 Juni 2026

Berita Jember

Kakek Penjual Kopi Dibegal di Jember, Luka Parah Hingga Dua Hari Tak Sadarkan Diri 

Kakek penjual kopi dibegal di Sukorambi Jember. Korban luka parah dan tak sadarkan diri.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
TKP BEGAL: Suasana jalal raya di depan Mapolres Sukorambi Jember, Jawa Timur, Senin (2/2/2026) Penjualan kopi diserang begal di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. 
Ringkasan Berita:
  • Penjual kopi lansia dibegal di Sukorambi, Jember.
  • Kejadian terjadi Sabtu malam saat korban pulang berjualan.
  • Korban mengalami luka serius di kepala dan telinga.
  • Uang hasil jualan Rp5 juta dirampas pelaku.
  • Kasus kini ditangani Polres Jember.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Seorang kakek penjual kopi di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban bernama Saryan berusia 65 tahun, hingga kini selama dua hari dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif di RS Citra Husada Jember.

Peristiwa pembegalan tersebut terjadi, Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, saat korban pulang berjalan kaki usai berjualan kopi.

Kanitreskrim Polsek Sukorambi Aiptu Hendri mengatakan, korban baru saja memperoleh uang hasil penjualan, dihadang pelaku di tengah perjalanan.

Baca juga: Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

“Baru dapat uang jualan, saat perjalanan pulang korban berjalan kaki lalu dihadang di tengah jalan,” ujar Hendri, Senin (2/2/2026).

Korban diduga diserang menggunakan senjata tajam. Meski mengalami luka serius di bagian kepala, korban masih sempat melanjutkan perjalanan hingga tiba di rumahnya.

Kejadian ini baru diketahui keesokan harinya, saat anak korban melihat kondisi ayahnya yang bersimbah darah di atas tempat tidur.

“Keesokan harinya, anak korban melihat banyak darah di kasur korban. Saat itu baru disadari kalau uang korban sudah hilang,” jelas Hendri.

Baca juga: Pemkab Jember Bentuk Satgas, Tertibkan Perumahan di Bantaran Sungai

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban dibacok menggunakan celurit, karena terdapat luka robek cukup dalam di bagian kepala dan telinga.

“Dugaan sementara, korban dibacok menggunakan celurit,” tambahnya.

Setelah dilakukan koordinasi antara perangkat desa dan keluarga korban, kasus pembegalan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polres Jember.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan songkok dan sarung milik korban yang tergeletak di pinggir jalan Dusun Gendir, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi.

Selain mengalami luka berat, korban juga kehilangan uang tunai sekitar Rp 5 juta, yang diduga dirampas oleh pelaku saat pembegalan.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved